- Pemprov Sulsel melalui DLHK menyalurkan 61.330 bibit MPTS bernilai ekonomi tinggi ke 22 wilayah KPH.
- Bibit Durian Musangking dan Alpukat bertujuan rehabilitasi hutan serta mendukung pengembangan agroforestry berkelanjutan.
- DLHK Sulsel menjamin monitoring dan pendampingan berkelanjutan khususnya di KPH Jeneberang, Kabupaten Gowa.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kembali mendorong pemulihan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu langkahnya dilakukan lewat penyerahan ribuan bibit tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) kepada kelompok tani di 22 wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
Total bibit yang disalurkan mencapai 61.330 batang, terdiri atas Durian Musangking sebanyak 28.300 batang dan Alpukat 33.030 batang.
Keduanya merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dan dinilai mampu memperkuat pengembangan agroforestry di tingkat tapak.
DLHK Sulsel menyebut program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan tutupan lahan sekaligus rehabilitasi hutan melalui tanaman produktif.
Pemerintah berharap kehadiran bibit tersebut dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah, KPH, dan masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan.
KPH Jeneberang turut memfasilitasi penyerahan bibit secara langsung kepada kelompok penerima melalui pendampingan lapangan.
Bibit yang disalurkan diharapkan dapat ditanam dan dirawat optimal sehingga memberikan manfaat ekologis dan ekonomis dalam jangka panjang.
Perwakilan kelompok masyarakat penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah.
Baca Juga: Viral Adu Pukul Warga dengan TNI di Luwu Utara, Sengketa Lahan Sawit Jadi Pemicu
Mereka berkomitmen menanam dan mengelola tanaman sesuai prinsip silvikultur agar dapat memberikan hasil maksimal bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus menjaga fungsi kawasan hutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan akan melakukan monitoring dan pendampingan berkelanjutan.
Khususnya di wilayah KPH Jeneberang, untuk memastikan keberhasilan program penanaman MPTS di Kabupaten Gowa.
Program ini diharapkan dapat mewujudkan hamparan tanaman produktif yang mendukung ekonomi masyarakat dan memperkuat perlindungan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu
-
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027