- Aksi tersebut menuai kecaman warganet
- Mobil yang digunakan kendaraan dinas milik Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng
- Berkali-kali membuang abu rokok ke luar kendaraan
Budi menyebut, pria yang terlihat merokok di kursi penumpang depan adalah salah satu tenaga ahlinya yang ikut mendampinginya dalam kegiatan di Makassar.
Ia bilang telah menegur staf tersebut setelah mengetahui videonya menjadi viral.
"Bukan saya, mungkin tenaga ahli saya. Tapi sudah saya tegur dan saya minta jangan diulangi," ucapnya singkat.
Budi juga meminta maaf kepada publik atas kejadian itu. Ia mengakui bahwa perilaku tersebut memang tidak pantas, apalagi dilakukan di mobil dinas yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.
Belum Ada Aturan Tegas
Meski banyak yang kesal dengan aksi dalam video itu, pihak kepolisian menjelaskan bahwa secara hukum tidak ada aturan khusus yang melarang penumpang mobil merokok.
Apalagi selama tidak mengganggu pengemudi atau keselamatan lalu lintas.
Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Husnaeni mengatakan larangan merokok dalam Undang-Undang Lalu Lintas hanya berlaku bagi pengemudi.
Hal itu dianggap bisa mengganggu konsentrasi saat mengemudi.
Baca Juga: Terungkap! Sumber Uang AKP Ramli Beli Rubicon Miliaran
"Yang diatur itu pengemudi. Kalau merokok sambil mengemudi bisa dianggap mengganggu konsentrasi dan membahayakan pengguna jalan lain. Kalau penumpang, belum ada aturan khusus. Selebihnya kembali ke kesadaran pribadi," kata Husnaeni.
Senada dengan itu, Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Amin Toha menjelaskan bahwa penumpang yang merokok sebenarnya tetap bisa ditindak apabila tindakannya mengganggu keselamatan lalu lintas.
Dalam Pasal 283 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, siapa pun yang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi atau keselamatan lalu lintas bisa dikenakan sanksi.
"Iya, sanksinya bisa dikenakan pasal 283," jelasnya.
Namun, dalam praktiknya, penegakan aturan semacam itu bergantung pada konteks di lapangan.
Jika tindakan penumpang terbukti mengganggu pengguna jalan lain, seperti membuang abu rokok yang mengenai pengendara motor, maka bisa saja dikenai teguran atau sanksi ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar