- APBD Perubahan 2025 Makassar Turun Rp485 Miliar
- Stadion hingga UHC Tetap Jadi Fokus Utama Pemkot Makassar
- Munafri Tegaskan Efisiensi Anggaran Sesuai Instruksi Presiden
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Makassar memastikan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 tidak akan menggeser fokus program-program prioritas.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan meski terjadi pengurangan belanja, arah kebijakan tetap diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pembangunan stadion, sekolah, puskesmas, hingga peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan di pulau.
Sejumlah program strategis lain juga dipastikan tetap berjalan, seperti Universal Health Coverage (UHC), seragam sekolah gratis, Makassar Creative Hub.
Urban farming, penguatan UMKM dan investasi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Pengurangan belanja tidak berarti mengurangi fokus kami. Justru kami menajamkan program prioritas agar defisit terkendali sesuai kapasitas fiskal daerah,” kata Munafri saat rapat paripurna virtual di Balai Kota Makassar, Rabu (3/9/2025).
Pendapatan Turun Rp485 Miliar
Munafri menjelaskan, pendapatan daerah yang semula ditarget Rp5,384 triliun dalam APBD pokok.
Kini disesuaikan menjadi Rp4,898 triliun. Turun Rp485 miliar atau 9,02 persen.
Baca Juga: Kota Makassar Lawan Jukir Liar Dengan Cara Ini
Penurunan terutama berasal dari PAD yang berkurang Rp306,7 miliar akibat kebijakan subsidi listrik 50% dan penyesuaian retribusi kesehatan.
Sementara pendapatan transfer juga terkoreksi Rp179 miliar akibat pengurangan bagi hasil pajak dari Pemprov Sulsel.
Belanja Dipangkas Rp555 Miliar
Koreksi pendapatan ini otomatis berdampak pada sisi belanja. Total belanja daerah disesuaikan dari Rp5,684 triliun menjadi Rp5,128 triliun.
Belanja operasi dipangkas tipis, sementara belanja modal turun signifikan Rp496 miliar, terutama pada proyek yang sulit selesai tahun ini.
Seperti pembangunan solar panel, motor sampah listrik, dan kawasan Karebosi. Belanja tak terduga juga dipotong dari Rp40 miliar menjadi Rp10 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Viral Ikan Asin Disemprot Baygon, Alumni Perikanan Unhas Tawarkan Solusi Aman
-
Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon
-
Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026
-
Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya
-
Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar