Muhammad Yunus
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 18:04 WIB
Penyandang disabilitas pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Duaa's. Usaha fesyen tie dye Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Meski begitu, konsumen yang membeli selalu memberikan apresiasi. Orang bilang hasil kerajinan Agung dan Akmar bagus.

Pujian itulah yang masih jadi semangat Hanny untuk mendampingi kedua putranya.

Hanny berpendapat disabilitas tidak butuh belas kasihan, tapi butuh ruang yang setara.

Yang mereka harapkan adalah peluang dari pemerintah dan swasta, termasuk dipermudah permodalan dan dibantu pemasaran.

"Untuk permodalan kan banyak syarat dari bank selama ini yang bikin UMKM kecil seperti kami susah bergerak," ungkapnya.

Kini Duaa's mulai melirik batik tulis dan ciprat sebagai produk baru untuk memperluas produksi.

Hanny percaya, walau kedua putranya mengalami keterbatasan mental, tapi mereka bisa menciptakan karya yang bernilai.

Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Duaa's. Usaha fesyen tie dye Kota Makassar [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Inovasi Perbankan untuk UMKM Disabilitas

Kisah Agung dan UMKM Duaa's sejalan dengan semangat berbagai inovasi yang kini didorong dunia perbankan, utamanya CIMB Niaga.

Baca Juga: Link Pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM Pemprov Sulsel

Melalui program Community Link #JadiBerkelanjutan, CIMB Niaga menaruh penuh perhatian khusus pada pemberdayaan UMKM perempuan dan penyandang disabilitas.

Di wilayah Indonesia Timur, yaitu Mamminasata (Makassar, Maros, Gowa dan Takalar), Toraja, Kupang, Samarinda, Balikpapan, serta Manado.

"Selama ini UMKM perempuan dan disabilitas di wilayah Indonesia Timur pada umumnya belum banyak terjangkau pembiayaan perbankan," ujar Direktur Compliance, Corporate Affairs dan Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan yang aplikatif, tetapi juga menyediakan dukungan finansial tanpa bunga bagi UMKM terpilih.

Lebih jauh, CIMB Niaga juga membangun komunitas UMKM sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan dan memperluas jaringan bisnis.

Langkah ini menjadi penting karena tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM disabilitas seperti Agung.

Load More