Isu lain yang turut disinggung dalam rapat adalah soal rekening dorman, yakni rekening tidak aktif yang berpotensi disalahgunakan untuk tindak kejahatan seperti judi daring (judol) dan penipuan digital.
Menurut Syaiful, kebijakan pelaporan rekening dorman oleh PPATK telah berdampak positif. Namun, memang harus disosialisasikan dengan baik.
"Setelah kebijakan itu berjalan, transaksi terkait judi online menurun," sebutnya.
Penurunan terjadi hingga 70 persen. Karena rekening dorman selama ini menjadi sasaran pelaku kejahatan untuk diperjualbelikan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa definisi rekening dorman berbeda di tiap bank dan bukan kewenangan PPATK.
Ia menambahkan, bahwa Sulawesi Selatan tidak masuk 10 besar provinsi yang terpapar masyarakatnya yang merupakan penerima bantuan sosial tetapi juga bermain judol.
Adapun Mochtarul Huda menambahkan bahwa penyalahgunaan data pribadi sering kali terjadi karena masyarakat sendiri belum sadar pentingnya menjaga data.
"Tingkat awareness masyarakat kurang terhadap keamanan datanya sendiri. Literasi digital sebenarnya sudah banyak dilakukan. Sehingga memang harus terus digenjot, dilakukan sosialisasi secara terus menerus," tegasnya.
Rapat ini juga menjadi refleksi atas capaian nasional. Indonesia mencatat peningkatan E-Government Development Index (EDGI) dari 0,72 pada 2022 menjadi 0,80 pada 2024, naik dari peringkat 77 menjadi 64 dunia.
Baca Juga: Tim Andalan Sulsel Beri Bantuan ke Mantan Prajurit Kopassus
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, bersama Sekretaris Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib, dan perwakilan Bappelitbangda turut menjadi penanggap dalam diskusi panel.
Mereka menyoroti pentingnya keterpaduan data sektoral dan komitmen dalam mendukung penguatan infrastruktur digital daerah.
Dalam sesi tanya jawab, peserta dari berbagai kabupaten/kota mengangkat berbagai persoalan teknis seperti integrasi data penduduk, keamanan informasi, dan pemanfaatan sistem digital dalam layanan publik.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya menunjukkan kesiapannya menjadi bagian dari sistem digital nasional, tetapi juga menyuarakan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun fondasi transformasi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Dengan tantangan yang masih ada, mulai dari keterbatasan SDM, isu keamanan data, hingga literasi masyarakat, Sulawesi Selatan menegaskan bahwa komitmen dan sinergi antar lembaga adalah kunci untuk menata masa depan pemerintahan berbasis digital.
"Melindungi masyarakat harus menjadi komitmen kita bersama-sama. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat kita hindari secara bersama-sama," pungkas Sultan Rakib.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar
-
Lokasi PSEL Makassar Dievaluasi Ulang ?
-
Warga Makassar Heran Tagihan Listrik Naik Drastis Padahal Sering Mati Lampu
-
Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu
-
Kasus Korupsi Bibit Nanas: Kubu Eks Pj Gubernur Sulsel Serang Balik Perhitungan BPKP