Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Hasanuddin, mengaku tidak menyangka akan mendapat sambutan sehangat itu dari masyarakat.
"Kami hanya menjalankan tugas, tapi apresiasi seperti ini membuat lelah kami terbayar," ucapnya, Jumat, 2 Mei 2025.
Kata Hasanuddin, di tengah banyaknya informasi negatif, aksi warga Makassar tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan dan apresiasi masih hidup di tengah masyarakat.
Hasanuddin menambahkan, timnya turun dengan 12 unit armada dan 44 personel yang langsung dikerahkan begitu ada laporan masuk.
"Sembilan armada dari unit Mako, dua dari canester Ujung Tanah dan 1 unit rescue dari Mako kita kerahkan ke lokasi," bebernya.
Kata Hasanuddin, pihaknya menerima laporan pada pukul 14.25 wita. Api berhasil dipadamkan kemudian dalam waktu kurang lebih 15 menit. Pada kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.
"Api cepat membesar karena lokasi padat dan banyak material mudah terbakar. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga juga sangat kooperatif, mereka bantu kami dengan mengatur jalur dan evakuasi," tambah Hasanuddin.
Aksi spontan warga ini menjadi pengingat bahwa apresiasi sederhana bisa sangat berarti bagi mereka yang bekerja paling depan.
Di tengah rasa lelah, hangatnya tepuk tangan warga menjadi pelipur dan penyemangat pemadam kebakaran.
Baca Juga: Geger! Perusahaan Italia Temukan 'Harta Karun' di Selat Makassar, Bahlil: Percepat Eksploitasi
Bagi Hasanuddin dan petugas pemadam, satu momen kecil ini sangat meninggalkan kesan bahwa gotong royong dan kepedulian masih kuat di Makassar.
"Bentuk kerjasama yang dijalin antara masyarakat dan pemerintah selama ini merupakan suatu teamwork yang kuat. Dan yang seperti ini hanya ada di Makassar," ucapnya.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran juga kembali mengingatkan warga Makassar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Data Dinas Damkar menunjukkan, kebakaran terjadi hampir setiap hari di wilayah kota Makassar. Korsleting listrik dan kelalaian penggunaan api jadi penyebabnya.
"Kami mohon warga lebih disiplin. Periksa instalasi listrik di rumah, matikan kompor saat tidak digunakan, dan jangan buang puntung rokok sembarangan," imbau Hasanuddin.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke permukiman padat dan pasar-pasar tradisional untuk mengurangi risiko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas
-
Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen