SuaraSulsel.id - Ramadan akan segera memasuki fase terakhir. Sepuluh malam terakhir di bulan suci ini adalah waktu yang paling istimewa bagi umat Islam.
Pada malam-malam ini, terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, banyak umat Islam yang memanfaatkannya dengan beritikaf di masjid, yaitu berdiam diri untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Agar itikaf dapat dilakukan dengan khusyuk dan maksimal, persiapan yang matang sangatlah penting.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum memulai itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.
1. Niat dan Pemahaman tentang Itikaf
Sebelum melaksanakan itikaf, seorang muslim harus memahami makna dan tujuan dari ibadah ini.
Itikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi juga sebuah bentuk ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an, itikaf disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 187, yang menegaskan bahwa itikaf dilakukan di masjid.
Baca Juga: Masjid Al Markaz Hadirkan Muballigh Berbahasa Daerah di Ramadan 1446 H
Rasulullah SAW sendiri rutin melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan, sebagaimana dalam hadis:
"Dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah SAW selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadan." (Muttafaq ‘Alaih)
Dengan memahami esensi itikaf, seseorang bisa menjalankannya dengan lebih baik, bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebagai momen spiritual yang mendalam.
2. Memilih Masjid yang Nyaman
Itikaf harus dilakukan di masjid, baik masjid jami’ (masjid yang digunakan untuk salat Jumat) maupun masjid biasa.
Namun, untuk memudahkan ibadah, sebaiknya memilih masjid yang:
- Nyaman dan bersih
- Memiliki fasilitas memadai (toilet, tempat wudhu, listrik)
- Suasananya kondusif untuk ibadah
- Memiliki program i’tikaf yang baik (kajian, tadarus, dan lain-lain)
Beberapa masjid juga menyediakan makanan sahur dan berbuka bagi peserta itikaf.
Sehingga lebih memudahkan dalam menjalankan ibadah tanpa harus mencari makanan di luar.
3. Menyiapkan Perlengkapan Itikaf
Agar itikaf berjalan dengan nyaman dan lancar, pastikan membawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti:
Perlengkapan ibadah:
- Al-Qur’an
- Buku doa atau dzikir
- Sajadah dan sarung
Keperluan pribadi:
- Pakaian yang nyaman
- Jaket atau selimut (karena malam bisa dingin)
- Sandal dan kantong plastik untuk menyimpan sandal
Makanan dan minuman:
- Air minum
- Makanan ringan atau buah untuk sahur dan berbuka
Perlengkapan tidur:
- Bantal kecil atau alas tidur ringan (jika diperbolehkan)
Gadget secukupnya:
- Powerbank untuk mengisi daya ponsel (jika dibutuhkan)
- Headset untuk mendengarkan kajian tanpa mengganggu orang lain
Dengan membawa perlengkapan yang cukup, itikaf bisa dijalani dengan lebih nyaman tanpa harus sering keluar dari masjid.
4. Menyelesaikan Urusan Sebelum Itikaf
Sebelum memasuki masa itikaf, ada baiknya menyelesaikan urusan duniawi agar lebih tenang dan fokus beribadah.
Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengatur pekerjaan atau tugas agar tidak terganggu selama i’tikaf
- Memberitahukan keluarga atau teman jika akan menjalankan i’tikaf
- Membayar utang atau kewajiban lain yang mendesak
- Menyediakan makanan atau keperluan rumah bagi keluarga yang ditinggalkan
Semakin sedikit distraksi yang ada, semakin maksimal ibadah itikaf yang bisa dilakukan.
5. Menentukan Amalan Selama Itikaf
Agar waktu selama itikaf tidak terbuang sia-sia, sebaiknya membuat jadwal ibadah yang jelas.
Beberapa amalan yang dianjurkan selama itikaf adalah:
-Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
Cobalah untuk menyelesaikan target tertentu, misalnya membaca 1 juz per hari.
-Banyak berdzikir dan berdoa
Gunakan waktu untuk beristighfar, membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat.
Salat malam dan salat sunnah
Selain salat wajib, maksimalkan dengan tahajud, witir, dan salat sunnah lainnya.
Mempelajari ilmu agama
Bisa melalui kajian di masjid, membaca buku Islami, atau mendengarkan ceramah dari ulama terpercaya.
6. Menjaga Niat dan Kesungguhan
Itikaf bukan sekadar tidur di masjid atau sekadar mencari suasana baru, tetapi benar-benar memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga niat tetap lurus.
Hindari:
- Banyak mengobrol tentang hal duniawi
- Bermain gadget tanpa tujuan ibadah
- Bergosip atau membicarakan orang lain
- Tidur berlebihan sehingga waktu ibadah terbuang
Jika niat dan kesungguhan tetap terjaga, insyaAllah itikaf akan membawa ketenangan hati dan keberkahan.
Itikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.
Dengan persiapan yang baik—baik dari segi niat, perlengkapan, pemilihan masjid, hingga pengaturan waktu ibadah itikaf dapat dijalani dengan maksimal dan penuh kekhusyukan.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk menjalankan i’tikaf dengan baik dan mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar. Aamiin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Selebgram Makassar Terseret Video Asusila dan Whip Pink, Polisi Kejar Penyebar
-
Inflasi Sulsel Tak Baik-baik Saja, Emas dan Skincare Jadi Biang Kerok Kenaikan Harga
-
Petani Laoli Luwu Timur Terancam Digusur untuk Kawasan Industri, LBH Laporkan Pemkab ke Komnas HAM
-
Motif Ibu Rumah Tangga Bakar Toko Emas di Makassar Terungkap
-
7 Fakta Pembakaran Toko Emas di Somba Opu Makassar