SuaraSulsel.id - Malam pergantian tahun 2024 ke 2025 menjadi momen istimewa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Manajemen PT Angkasa Pura I bersama Otoritas Bandara Wilayah V Makassar dan Airnav Makassar menggelar acara pelepasan dan penyambutan penumpang dalam rangka menyemarakkan malam pergantian tahun.
Penumpang Terakhir dan Pertama
Acara pelepasan penumpang terakhir dilakukan pada pukul 19.20 WITA, dengan penerbangan QG 427 rute Makassar–Cengkareng sebagai penerbangan pamungkas di tahun 2024.
Sementara itu, penyambutan penumpang pertama tahun 2025 dilakukan pukul 00.02 WITA, saat penumpang penerbangan QG 442 rute Cengkareng–Makassar tiba di bandara.
Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari program customer experience Bandara Sultan Hasanuddin. Penumpang yang beruntung menerima cinderamata khas Makassar, seperti kain tradisional dan suvenir unik.
Sebagai kejutan tambahan, satu tiket pulang pergi rute Makassar–Cengkareng juga diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna jasa bandara.
“Setiap tahun kami rutin mengadakan acara pisah sambut ini. Harapan kami, momen ini membawa keberuntungan dan semangat baru di tahun mendatang,” ujar Minggus Gandeguai, General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu 1 Januari 2025.
Salah satu penumpang asal Jakarta, Andri, mengaku tak menyangka akan disambut dengan hangat dan menerima hadiah.
Baca Juga: DORRR!! Pengacara Tewas Ditembak Saat Rayakan Malam Tahun Baru di Kabupaten Bone
"Ini pengalaman pertama saya disambut seperti ini. Sangat berkesan," katanya.
Angin Segar: Kebijakan Penurunan Harga Tiket Pesawat
Di tengah meriahnya perayaan pergantian tahun, kabar baik juga hadir dari kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tiket pesawat untuk periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Kebijakan ini menjadi solusi yang dinanti masyarakat, mengingat mahalnya tiket pesawat sering menjadi keluhan banyak kalangan.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 10 persen untuk seluruh penerbangan domestik.
Kebijakan ini bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebutkan bahwa langkah ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk operator bandara, maskapai penerbangan, dan penyedia avtur.
Upaya Kolaboratif untuk Harga Lebih Terjangkau
Pemerintah mengambil beberapa langkah strategis untuk menurunkan biaya operasional penerbangan.
Antara lain, potongan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50 persen, diskon harga avtur 5,3 persen, dan pengurangan fuel surcharge hingga 8 persen.
Hasilnya, harga tiket pesawat rata-rata mengalami penurunan sebesar Rp157.500 per penumpang.
Kebijakan ini diperkirakan memberikan total penghematan hingga Rp472,5 miliar selama periode libur akhir tahun.
“Melalui langkah ini, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih terjangkau dan nyaman,” tambah AHY.
Dampak Positif Kebijakan
Kebijakan penurunan harga tiket pesawat memberikan dampak signifikan pada sektor pariwisata domestik. Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, masyarakat kini lebih leluasa merencanakan perjalanan jarak jauh.
Baik untuk berlibur maupun berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
Penurunan harga juga diharapkan meningkatkan jumlah wisatawan domestik yang bepergian selama liburan panjang. Dengan begitu, sektor pariwisata yang sempat lesu akibat pandemi di masa lalu kini dapat bangkit kembali.
Bagi banyak masyarakat, kebijakan ini menjadi "hadiah tahun baru" yang sangat dinantikan. Tidak hanya mengurangi beban biaya, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menciptakan momen kebersamaan di akhir tahun.
Harapan di Tahun Baru
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan ini agar berjalan lancar.
Semua pihak yang terlibat diharapkan dapat bekerja sama demi keseimbangan antara permintaan dan penawaran di sektor penerbangan.
Langkah ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menciptakan sinergi positif antara pemerintah dan pelaku industri transportasi udara.
Dengan semangat baru di tahun 2025, diharapkan mobilitas masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong perekonomian nasional ke arah yang lebih baik.
Pelepasan dan penyambutan penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin, yang dikemas dengan penuh keramahan dan apresiasi, menjadi simbol optimisme menuju tahun baru yang lebih cerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Viral Video Pengurus NU Sulsel di Ruang Karaoke, Bantah Isu LC hingga Lapor Polisi
-
Bukan Sekadar Kartu, BRIZZI ARKIV Bawa Cerita Karya Lokal ke Blok M Hub
-
6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital
-
Cekcok soal Parkir Rp10 Ribu, Ojol Ditikam Jukir di Samping Mal Ratu Indah
-
Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Pompa Ponton Atasi Kekeringan di Musim Tanam Sela