Firdaus menambahkan jika NasDem dan Gerindra bersatu, maka Golkar juga kemungkinan besar merapat. Ia menilai Golkar dan Gerindra saat ini sulit terpisahkan.
"Nah, kalau NasDem, Gerindra dan Golkar bersatu, maka ini sulit bagi partai lain. Bisa jadi Pilgub Sulsel head to head dan ada nama yang selama ini muncul itu gugur. Makanya Pilgub Sulsel ini sangat bergantung pada siapa yang bisa tembus ke Prabowo," jelasnya.
Namun, menurutnya semua akan tergantung pada dinamika politik hingga hari terakhir pendaftaran. Bisa saja partai lain seperti Demokrat, PDIP, PKB dan PKS membentuk poros baru untuk melawan NasDem dan Gerindra.
"Politik di Sulsel ini masih sangat cair. Boleh jadi yang sering dibicarakan malah hilang, ada juga yang tidak pernah dibicarakan muncul dan kita selalu punya pengalaman seperti itu. Seperti Andi Sudirman Sulaiman dulu, siapa yang bicarakan dia. Orang tidak kenal. Nanti daftar di KPU baru dibicarakan," ucapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?