SuaraSulsel.id - Pasien anak rawat inap akibat vape dan rokok elektrik melonjak 733 persen selama empat tahun terakhir sejak 2020 pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun, termasuk balita, berdasarkan data Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris.
Menurut laporan The New York Post pada Senin (22/4) yang mengutip data NHS itu, jumlah perawatan rumah sakit akibat gangguan vape, termasuk anak dan orang dewasa, naik 276 persen sejak 2020
Pada 2023, terdapat 50 pasien anak rawat inap, termasuk 11 anak berusia di bawah empat tahun, katanya.
Pada laporan tersebut tidak ditemukan anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit akibat rokok elektrik selama 2020 dan hanya enam remaja yang membutuhkan bantuan medis.
Anak-anak yang mengalami gangguan akibat vape hanya berjumlah 6 persen dari total pasien selama periode tersebut, menurut laporan.
Namun, sekitar 14 persen dari 365 pasien rawat inap adalah mereka yang berusia di bawah 19 tahun.
Data statistik menunjukkan pada 2020 sebanyak 19 dari 97 pasien rawat inap adalah anak-anak dan pada 2021 ada 19 anak dari 300 pasien rawat inap.
Selanjutnya pada 2022 terjadi peningkatan menjadi 457 pasien, termasuk lima anak dan pada 2023 tercatat 50 anak dirawat di rumah sakit dari 365 pasien.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pasien perempuan akibat vape kini lebih banyak dirawat di rumah sakit, naik 57 persen dibanding pada 2023 dan 46 persen pada 2020. (Antara)
Baca Juga: Kisah Fitri Ramadani Cegah Pernikahan Anak dari Pulau Sabutung Pangkep
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mau Tambah Daya Listrik Rumah? PLN Beri Diskon 50% Spesial Kemerdekaan, Cuma Sampai Tanggal Ini
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum