Wawan pun mengatakan Ismail sebagai wakil rakyat di DPRD Sulsel yang seharusnya memperjuangkan keluhan masyarakat. Bukan malah meminta Gibran menyampaikan ke Presiden.
"Ini mati lampunya di Sulsel. Anda itu anggota dewan Sulsel komisi E bagian kesejahteraan masyarakat. Kalau sudah tidak mampu mensejahterakan kami, sini pak kita ngonten. Sepertinya anda lebih cocok jadi konten kreator," sebutnya.
Ismail balik menjawab konten tersebut bahwa hirarki pemerintahan itu sudah jelas, termasuk soal PLN. Sehingga menurut Ismail, yang paling bertanggung jawab masalah ini adalah kepala negara.
"Tapi masa iya langsung ke presiden. Kan PLN ada Direkturnya. Kemudian birokrasi itu ada tangganya, jangan langsung terbang. Kecuali jika bapak punya sayap," ujar Wawan.
"(Dari jawabannya) pak Ismail ini kalau mau menyelesaikan masalah dia mengandalkan konten. Terus untuk apa jabatan anda di DPRD Provinsi, atau anda mau fokus jadi konten kreator," sentil Wawan lagi.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad