Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 29 November 2023 | 13:06 WIB
Ilustrasi meteran listrik prabayar [SuaraSulsel.id/Muhammad Yunus]

SuaraSulsel.id - Selama pemadaman bergilir terjadi, sejumlah pelanggan PLN mengeluh pembayaran listrik melonjak. Padahal penggunaan listrik tetap normal seperti saat belum terjadi pemadaman bergilir.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar pun menjawab persoalan pelanggan terkait token listrik cepat habis padahal penggunaan listrik tetap.

PLN Sulselrabar pun mengatakan, penyebab masalah itu dikarenakan adanya arus bocor.

Arus bocor tersebut, kata PLN, cukup berbahaya jika dibiarkan dan tak segera ditangani.

Baca Juga: Alasan PLN Masih Lakukan Pemadaman Bergilir di Kota Makassar Hingga 5 Jam

“Electrizen, pernah mengalami token listrik cepat habis padahal penggunaan tetap? Coba cek siapa tahu arus bocor. Jika dibiarkan, arus bocor bisa berbahaya loh!” tulis PLN Sulselrabar lewat unggahannya di akun Instagram @pln_sulselrabar, dikutip terkini.id -- jaringan Suara.com pada Rabu, 29 November 2023.

Pihak PLN menjelaskan, arus bocor terjadi saat arus listrik mengalir keluar dari jalur seharusnya. Contohnya listrik mengalir pada bukan penerima listrik.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pelanggan untuk rutin mengecek meteran listrik apakah terjadi kebocoran arus atau tidak.

Berikut cara cek kebocoran arus listrik dalam rumah:

1. Matikan dan cabut semua alat elektronik
2. Pastikan MCB pada meteran posisi off
3. Tekan angka “44” lalu enter
4. Jika muncul angka selain 0 di kWh meter, berarti ada arus bocor

Baca Juga: Listrik Padam Saat Potong Rambut, Tukang Cukur Makassar Terpaksa ke Pinggir Jalan Pakai Senter HP

“Pastikan rumah rumah terbebas dari arus bocor,” imbau PLN Sulselrabar.

PLN Tambah Pembangkit Berdaya 50 MW

PT PLN (Persero) kembali akan menambah pembangkit cadangan listrik dengan daya mampu sebesar 50 MW pada Desember mendatang guna memperkuat sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

“Kami upayakan juga dengan penambahan pembangkit yang saat ini sudah masuk 30 MW. Kemudian akan masuk lagi tambahan 50 MW pada akhir Desember 2023," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Moch Andy Adchaminoerdin.

Ia menjelaskan, pihaknya juga sedang lakukan percepatan penambahan pembangkit Inter Temporary Capacity di Punagaya sebesar 200 MW yang ditargetkan masuk sistem pada Maret 2024.

Selain mengupayakan penambahan pembangkit, PLN juga terus mengoptimalkan interkoneksi sistem kelistrikan Sulbagsel yang terhubung mulai dari Sulawesi Selatan daratan, Sulawesi Barat, Palu (Sulawesi Tengah) dan Sulawesi Tenggara daratan sehingga bisa saling menopang.

Hingga saat ini, pihak PLN tanpa henti melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan pasokan listrik sehubungan dengan kondisi kelistrikan di Sulbagsel.

PLN terpaksa melakukan manajemen beban akibat cuaca ekstrem, khususnya panas yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kondisi debit air yang menjadi sumber utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun drastis dan mengakibatkan berkurangnya pasokan listrik.

Beberapa hari terakhir, hujan telah turun namun belum bisa sepenuhnya memulihkan pasokan bagi PLTA. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga masih terus dilakukan, khususnya di daerah tangkapan air di sekitar lokasi PLTA.

Sistem kelistrikan Sulbagsel sangat bergantung pada sumber listrik dari PLTA, yaitu sebesar 33 persen dari total pasokan listrik. Di sisi lain, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimaksimalkan produksinya secara terus menerus juga perlu menjalani pemeliharaan sehingga manajemen beban harus dilakukan.

Lebih lanjut, Andy menyampaikan permohonan maaf terkait manajemen beban yang dilakukan dan berharap masyarakat bersedia bahu membahu dengan menurunkan penggunaan pemakaian listrik sehari-hari sambil menunggu pemulihan sistem kelistrikan.

“Untuk mengurangi dampak dan durasi padam, mohon dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini agar bersama-sama mengurangi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit," kata Andy.

Load More