SuaraSulsel.id - Darah kepahlawanan Indonesia ternyata telah menyebar ke Cape Town lebih dari 350 tahun silam yang dibawa oleh ulama-ulama pejuang Indonesia, demikian menurut Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan.
"Dua di antara ulama pejuang yang sangat dihormati masyarakat Cape Town adalah Syekh Yusuf Al Makassari dan Tuan Guru yang bernama asli Imam Abdullah Qadhi Abdus Salam. Mereka diasingkan ke Cape Town karena perlawanannya terhadap VOC", kata Konjen RI untuk Afrika Selatan Tudiono, melalui keterangan tertulis KJRI Cape Town di Jakarta, Jumat 10 November 2023.
Tudiono mengatakan darah kepahlawanan Indonesia yang senantiasa konsisten menentang penjajahan dan ketidakadilan juga tumbuh subur di ranah diplomasi dan Indonesia berada di garis terdepan dalam perjuangan menentang penjajahan.
Ini tercermin pada peran penting Indonesia dalam menggalang kekuatan bangsa-bangsa Asia Afrika melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung dan melahirkan the 10 principles of Bandung yang merupakan salah satu tonggak sejarah diplomasi Indonesia, katanya.
"Darah dan jiwa kepahlawanan itu mengalir dalam urat nadi diplomasi Indonesia untuk memerangi penjajahan, ketidakadilan, keterbelakangan, kemiskinan," kata konjen.
Menurut Tudiono, darah kepahlawanan itu terus menjadi sumber kekuatan moral dan spiritual untuk mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas, sebagai negara maju sekaligus salah satu kekuatan 4-6 terbesar ekonomi dunia.
Sehubungan dengan Hari Pahlawan, Tudiono juga menceritakan ulama pejuang Syekh Yusuf al Makassari dan Imam Abdullah Qadhi Abdus Salam.
Syekh Yusuf al Makassari lahir di Makassar pada 3 Juli 1626. Dia menghabiskan masa mudanya untuk belajar dan kerap merantau ke sejumlah negara, seperti Suriah, Turki, Yaman dan Arab Saudi pada 1644, untuk mengemban ilmu.
Dalam beberapa kali peperangan, dia akhirnya tertangkap dan diasingkan oleh VOC ke Ceylon (kini Sri Lanka) pada 1682. Pada saat itu VOC berharap dengan pengasingan itu, Syekh Yusuf al Makassari tidak akan menjalin hubungan dengan orang-orang penting.
Baca Juga: Opu Daeng Risadju: Irislah Dadaku, Keluarkan Darah Bangsawan Itu
Akan tetapi dugaan VOC rupanya meleset. Syekh Yusuf malah membangun hubungan baik dengan orang-orang Nusantara yang singgah dalam perjalanan menuju haji.
Atas perjuangannya Syekh Yusuf dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 1995 dan Pemerintah Afrika Selatan pada 2005.
Hingga kini, sosok Syekh Yusuf sangat dihormati oleh komunitas Cape Malay yang merupakan keturunan Indonesia, yang berjumlah lebih dari 300.000 orang. Makam (Kramat) Syekh Yusuf juga masih terawat dengan baik di Macassar, Cape Town.
Sementara itu, Abdullah bin Qadhi Abdus Salam yang berasal dari Tidore, karena perlawanannya terhadap VOC, dia ditangkap dan diasingkan ke Robben Island dengan kapal Zeepard.
Roben Island merupakan pulau kecil tidak jauh dari Cape Town, tempat Nelson Mandela dipenjara selama sekitar 24 tahun karena menentang pemerintah aparteid.
Selama di Robben Island, Tuan Guru yang hafal Al Quran, menulis ulang Al Quran berdasarkan ingatannya dan mengajari penduduk sekitar. Perannya itu menjadikannya disebut Tuan Guru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Terancam PHK, Pekerja SPPG Kepung DPRD Sulsel: Jangan Hentikan Program MBG
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja