Usaha souvenir Benny Leleury yang diberi nama "Klabat Craft" ini telah banyak peminatnya, baik pasar lokal sampai luar daerah, dengan omzet mencapai belasan juta setiap bulan.
Semua itu berubah saat dunia dilanda pandemi COVID-19. Sektor lariwisata turun, omzet pun langsung turun tajam, sehingga harus berpikir keras bagaimana hasil kerajinan tangan ini bisa menghasilkan uang untuk keberlanjutan kehidupan keluarga dan bisnis.
Pandemi COVID-19 telah membawa tantangan yang tak terduga bagi usaha souvenirnya. Seiring berita tentang pandemi menyebar dan pariwisata terhenti, pasar bagi souvenir tiba-tiba menjadi sangat sepi. Seperti kebanyakan orang lain di seluruh dunia, ia merasa khawatir tentang masa depannya dan bagaimana dia akan tetap mendukung keluarganya.
Saat itu, Benny berada di persimpangan jalan. Apalagi belum lama istri terkasihnya berpulang. Lalu sektor pariwisata terhenti dan penjualan di pasar lokal juga menurun drastis.
Namun, dia tidak menyerah begitu saja. Dia berpikir kreatif untuk tetap menjalankan usahanya. Benny mulai mencari cara-cara baru untuk mengemas dan memasarkan souvenir-souvenirnya secara online.
Dengan bantuan dari seorang teman yang lebih mahir dalam teknologi, ia membuat toko online untuk produk-produknya. Ia memotret souvenir-souvenirnya dengan indah, membuat deskripsi yang menarik, dan memasangnya di situs web yang dibuat. Ini adalah langkah besar Benny yang biasanya lebih terbiasa dengan ukiran batok kelapa daripada komputer.
Tidak hanya itu yang dilakukan. Dia juga menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk-produknya. Dia mulai mengikuti kursus online tentang pemasaran digital dan meningkatkan kehadirannya di platform-platform seperti Instagram dan Facebook. Dengan tekun, dia belajar tentang berbagai strategi untuk mencapai audiens yang lebih luas.
Ketika saatnya tiba, Benny pergi ke kantor pengiriman barang untuk mengirimkan souvenir yang dijualnya secara online.
Kala pandemi, ia tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak fisik. Dia merasa bahwa ini adalah langkah yang perlu diambil untuk memastikan bahwa usahanya dapat bertahan selama masa sulit ini.
Baca Juga: Batok Kelapa jadi Alternatif Bra, Begini Tips Memilih Bra yang Nyaman dan Tentunya Aman
Pada akhirnya, Benny berhasil beradaptasi dengan situasi yang sulit tersebut. Meskipun pariwisata masih belum pulih sepenuhnya, dia berhasil menjual produk-produknya secara online.
Keberhasilan ini tidak hanya membantu dia memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi komunitasnya, yang melihatnya sebagai contoh bagaimana ketekunan, kreativitas, dan adaptasi bisa mengatasi rintangan yang sulit seperti pandemi.
Program PUMK
Ketika situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung, Benny mendapatkan kabar menggembirakan. Kala sedang duduk di bengkel kecilnya dan memikirkan cara untuk mengembangkan usahanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Saat dia mengangkat telepon, suara yang bersemangat di seberang sana memberitahunya bahwa Pertamina telah memilihnya sebagai penerima dana lunak melalui program pendanaan usaha mikro kecil (PUMK) dengan bunga 0,5 persen per bulan.
Mendengar berita ini, dia hampir tak percaya. Dia merasa bersyukur dan terharu oleh dukungan yang tiba-tiba datang kepadanya. Dana lunak tersebut dimaksudkan untuk membantu pengusaha kecil dan menengah. Benny merasa beruntung menjadi salah satu yang dipilih.
Bantuan dana itu digunakan untuk membeli mesin peralatan yang lebih canggih dan modern, yang akan membantu meningkatkan produktivitas bengkelnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?