SuaraSulsel.id - Hingga saat ini, polisi masih belum menahan pengendara mobil Pajero Sport yang melindas balita di Makassar, Sulawesi Selatan. Alasan tidak dilakukannya penahanan ini karena kurangnya bukti dari kasus tersebut.
Kurangnya bukti yang dikumpulkan pihak berwajib dalam kasus ini membuat status pelaku berinisial AT ini masih belum berubah sebagai tersangka.
Berdasarkan informasi di akun Instagram @mksinfo.official, saat ini pihak kepolisian baru mengumpulkan satu alat bukti dari kasus tersebut yaitu mobil Pajero Sport yang digunakan oleh pelaku.
Terlebih melihat hasil visum dari korban berusia 2 tahun tersebut tidak ditemukan luka meski dilindas dua kali oleh pengendara Pajero tersebut.
Laporan mengenai pengendara Pajero yang masih belum berstatus sebagai tersangka ini membuat publik geram. Banyak yang kesal karena pihak pelaku masih belum mendapat ganjaran dari perbuatannya.
"Terus video yang selama ini kita lihat apa? Video presentasi?" tulis salah satu netizen mempertanyakan bukti video CCTV dari kasus tersebut.
"Lu punya duit, lu punya kuasa hehe seperti biasa. Welcome to negeri konoha" balas netizen.
"Itu polisi mau bukti apa lagi? Astaga tumpulnya, kasihan hukum di Indonesia" komentar akun lainnya.
"Itu CCTV belum cukup bukti? Lucumu deh polisi" ungkap netizen membalas.
Baca Juga: Warung Rusak Gegara Ditabrak Remaja yang Gagal Freestyle Motor di Makassar, Publik Auto Geram
Sebelumnya, seorang pengendara Pajero terlihat melindas balita di Makassar ketika melintas di salah satu sudut jalanan. Karena aksinya tersebut, beruntung bayi berusia 2 tahun ini tidak mengalami luka parah.
Berita Terkait
-
Potret Rumah Asnawi Mangkualam di Makassar, Sederhana dan Banyak Koleksi Piala
-
Antisipasi Taktik Barito Putera, PSM Makassar Siap Tempur!
-
Efek Kekeringan, Warga Sulsel Kantongi Rp 300 Ribu Per Hari dari Jual Air Sumur Bor
-
Yayasan Sosial Budi Luhur Desak Penggugat Pulihkan Nama Baik, Ancam Gugat Balik
-
Profil Joao Pedro, Calon Pemain Anyar PSM Makassar yang Berasal dari Timor Leste
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar