Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 18 April 2023 | 14:06 WIB
Ilustrasi: Baju bodo atau baju bodo gesung khas Sulawesi Selatan, baju tradisional perempuan suku Bugis-Makassar (foto: Istimewa)

Salah satu contoh penting adalah para pelaut Makassar yang melakukan perjalanan ke Australia pada awal abad ke-18.

Pada tahun 1700-an, para pelaut Makassar mulai mengunjungi pantai utara Australia untuk berdagang dengan masyarakat adat di wilayah tersebut.

Mereka menjalin hubungan dagang dan bahkan mendirikan pemukiman kecil, di mana mereka akan mengolah dan mengekspor teripang (sejenis teripang) kembali ke Makassar.

Para pelaut Makassar juga memperkenalkan teknologi dan ide baru kepada masyarakat Pribumi Australia, seperti penggunaan alat dan senjata dari logam, dan pembangunan sumur berdinding batu.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Toraja Utara, Bulukumba, Selasa 18 April 2023

Namun, kehadiran Makassar di Australia utara akhirnya menarik perhatian penguasa kolonial Belanda yang mengkhawatirkan pengaruh mereka di wilayah tersebut.

Pada tahun 1907, Belanda melancarkan ekspedisi militer untuk mengusir orang Makassar dari Australia, yang secara efektif mengakhiri kehadiran mereka di negara tersebut.

Selain di Australia, orang Makassar juga melakukan perjalanan dan mendirikan pemukiman di bagian lain Asia Tenggara dan sekitarnya.

Keterampilan pelaut dan jaringan perdagangan memungkinkan mereka menjadi pemain penting dalam ekonomi regional dan pertukaran budaya.

Saat ini, masyarakat Makassar terus mempertahankan tradisi maritimnya dan terlibat dalam perdagangan dan perdagangan internasional.

Baca Juga: Geger, PSM Makassar Tak Dapat Hadiah meski Juara BRI Liga 1, Begini Penjelasannya

Perdagangan Dunia

Load More