Salah satu contoh penting adalah para pelaut Makassar yang melakukan perjalanan ke Australia pada awal abad ke-18.
Pada tahun 1700-an, para pelaut Makassar mulai mengunjungi pantai utara Australia untuk berdagang dengan masyarakat adat di wilayah tersebut.
Mereka menjalin hubungan dagang dan bahkan mendirikan pemukiman kecil, di mana mereka akan mengolah dan mengekspor teripang (sejenis teripang) kembali ke Makassar.
Para pelaut Makassar juga memperkenalkan teknologi dan ide baru kepada masyarakat Pribumi Australia, seperti penggunaan alat dan senjata dari logam, dan pembangunan sumur berdinding batu.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Toraja Utara, Bulukumba, Selasa 18 April 2023
Namun, kehadiran Makassar di Australia utara akhirnya menarik perhatian penguasa kolonial Belanda yang mengkhawatirkan pengaruh mereka di wilayah tersebut.
Pada tahun 1907, Belanda melancarkan ekspedisi militer untuk mengusir orang Makassar dari Australia, yang secara efektif mengakhiri kehadiran mereka di negara tersebut.
Selain di Australia, orang Makassar juga melakukan perjalanan dan mendirikan pemukiman di bagian lain Asia Tenggara dan sekitarnya.
Keterampilan pelaut dan jaringan perdagangan memungkinkan mereka menjadi pemain penting dalam ekonomi regional dan pertukaran budaya.
Saat ini, masyarakat Makassar terus mempertahankan tradisi maritimnya dan terlibat dalam perdagangan dan perdagangan internasional.
Baca Juga: Geger, PSM Makassar Tak Dapat Hadiah meski Juara BRI Liga 1, Begini Penjelasannya
Perdagangan Dunia
Berita Terkait
-
Harga Tiket Kapal Laut Makassar-Surabaya April 2025 dengan Jadwal Terbaru
-
Indef: Pemerintah Harus Segera Isi Pos Dubes RI di AS untuk Hadapi Kebijakan Baru Trump
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Aklamasi Ketua IKA Fakultas Hukum, Munafri Ajak Unhas Berkolaborasi Bangun Kota Makassar
-
Tragis! Kebakaran Dini Hari di Tallo Renggut Nyawa Lansia, 10 Rumah Ludes
-
Semangat Baru Muhammadiyah Sulsel: Bangun Gedung 13 Lantai
-
3 Wisatawan Asal Wajo Meninggal Dunia di Pantai Harapan Ammani Pinrang
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya