Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 18 April 2023 | 14:06 WIB
Ilustrasi: Baju bodo atau baju bodo gesung khas Sulawesi Selatan, baju tradisional perempuan suku Bugis-Makassar (foto: Istimewa)

Selama abad ke-16 dan ke-17, Kerajaan Gowa sering terlibat konflik dengan orang Bugis tetangga, yang juga memiliki kerajaan yang kuat di wilayah tersebut.

Konflik ini sering terjadi di laut, dan orang Makassar dan Bugis dikenal karena keterampilan pelaut dan kehebatan angkatan lautnya.

Pada abad ke-17, Kerajaan Gowa dilemahkan oleh konflik internal dan tekanan eksternal dari Perusahaan Hindia Timur Belanda, yang memperluas kekuasaannya atas kepulauan Indonesia.

Belanda akhirnya mengalahkan Kerajaan Gowa pada tahun 1669 dan mendirikan pemerintahan kolonial mereka sendiri di wilayah tersebut.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Makassar, Toraja Utara, Bulukumba, Selasa 18 April 2023

Di bawah pemerintahan kolonial Belanda, orang Makassar menjadi sasaran kerja paksa, penyitaan tanah, dan bentuk eksploitasi lainnya.

Meskipun demikian, orang Makassar terus melawan penjajahan Belanda, dan banyak yang berpartisipasi dalam gerakan kemerdekaan Indonesia pada pertengahan abad ke-20.

Saat ini, orang Makassar adalah kelompok etnis penting di Indonesia, dengan warisan budaya yang kaya dan kehadiran yang kuat dalam kehidupan ekonomi, politik, dan sosial negara.

Mereka terus mempertahankan kebiasaan dan praktik tradisional mereka, sambil beradaptasi dengan dunia modern.

Menjelajahi Dunia

Baca Juga: Geger, PSM Makassar Tak Dapat Hadiah meski Juara BRI Liga 1, Begini Penjelasannya

Masyarakat Makassar memiliki sejarah pelayaran dan perdagangan yang panjang, yang membuat mereka menjelajah dan menetap di berbagai belahan dunia.

Load More