SuaraSulsel.id - Tim Datasemen Gegana Penjinak Bom (Jibom) dan Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan diturunkan untuk melakukan sterilisasi 11 wihara dan kelenteng di Makassar, Sulawesi Selatan, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2574/2023.
"Telah dilakukan sterilisasi dan kita prioritaskan ada empat kelenteng yang ramai-ramai di sini (Jalan Sulawesi Kota Makassar, red.) karena ibadahnya sampai pukul 01.00 Wita," ujar Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Heru Novianto di Kelenteng Xiang Ma Jalan Sulawesi Makassar, Sabtu (21/1) malam.
Ia mengatakan untuk berjaga-jaga satu unit tim Gegana disiagakan di dekat Kelenteng Xiang Ma Jalan Sulawesi Makassar, sedangkan tiga unit lainnya tetap berpatroli di sejumlah lokasi wihara dan kelenteng yang ada di Kota Makassar.
"Ini dilakukan agar situasi dan kondisi Kota Makassar dapat kita ciptakan aman dan masyarakat yang agama Konghucu bisa menjalankan ibadah dengan baik," katanya.
Pasukan yang melaksanakan sterilisasi, kata dia, diturunkan empat unit, dua detasemen dari Jinbom dan dua KBR termasuk pasukan pengurai massa yakni Batalyon Pelopor Brimob Polda Sulsel.
Mengenai standar sterilisasi pengamanan, personel akan mencari benda-benda mencurigakan yang bukan milik kelenteng atau wihara, seperti tas, barang, dan sejenisnya, termasuk menanyakan pengelola bila ada barang yang bukan milik mereka untuk disterilkan.
"Apabila ditemukan benda mencurigakan dan tidak sesuai di kelenteng ini, maka kita upayakan melakukan tindakan screening, kemudian kita bongkar barang yang dianggap membahayakan itu," tuturnya.
Saat ditanyakan sampai kapan dilaksanakan sterilisasi pada semua wihara dan kelenteng di Kota Makassar, kata dia, akan dilanjutkan sampai rangkaian Imlek selesai dan sebelum warga keturunan Tionghoa di daerah itu beribadah di wihara maupun kelenteng di hari pertama Imlek.
"Besok pagi-pagi kita lakukan sterilisasi sampai malam. Begitu juga nanti tanggal 5 Januari saat perayaan Cap Go Meh," ujarnya.
Sebab, katanya, menurut informasi untuk perayaan Cap Go Meh, jalur sepanjang Jalan Sulawesi hingga Jalan Riburane akan ditutup karena ada banyak kegiatan saat kegiatan tersebut berlangsung hingga malam.
"Informasi wakapolres jalur ini ditutup khusus acara Cap Go Meh, ada jajanan makanan, pergelaran barongsai dan lainnya. Untuk itu, tim Jibom, KBR dan Batalyon Pelopor pasti kita siagakan sesuai perintah kapolda," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bupati Lutra: Kami Bersyukur Bantuan Bapak Gubernur Sulsel
-
Jalan Seko Dipercepat, Gubernur Sulsel Groundbreaking Ruas Sabbang-Tallang-Sae Rongkong
-
Kisah Penjual Ikan Keliling Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun
-
Jangan Tunggu Parah! Pentingnya Deteksi Dini Jantung yang Sering Disepelekan Pasien
-
Perempuan Berdaya, BRILink Mekaar Dorong Ekonomi Kerakyatan dari Desa