Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 10 Januari 2023 | 16:26 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombespol Budhi Haryanto saat memberikan keterangan kepada awak media soal anak yang diculik dan dibunuh, Selasa 10 Januari 2023 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

Pelaku Sempat Bingung

Budhi mengaku setelah membunuh korban, pelaku kebingungan. Bagaimana cara untuk mengeluarkan dan menjual organ tubuh korban.

Pelaku bahkan mengaku tidak pernah berinteraksi dengan calon pembeli. Juga bingung siapa yang akan membeli.

"Jadi karena ini pelakunya anak-anak dan keterbatasan pengetahuan, dia ambil sisi enaknya saja. Dia belum pernah ketemu sama yang katanya mau beli dan belum memastikan mana itu pembelinya," jelas Budhi.

Baca Juga: Anak Diculik dan Dibunuh di Makassar Diduga Terkait Penjualan Organ Tubuh

"Makanya sempat dia kebingungan ketika korban udah meninggal. Dia bingung mau diapain ini barang," tuturnya.

Karena kebingungan, pelaku akhirnya meminta tolong ke MF untuk dibantu membuang ke bawah jembatan. Kata Budhi, kondisi lokasi saat itu dalam keadaan sepi.

"Karena pelaku kebingungan, akhirnya jenazahnya dibuang. Organ apa saja yang akan dijual? Kita belum mendalami. Yang jelas ini baru pengetahuan yang pendek saja, sehingga langkah pelaku pendek juga. Tubuh korban masih lengkap saat ditemukan," sebutnya.

Fadli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa, 10 Januari 2023, dini hari. Tubuhnya terbungkus plastik dan kakinya diikat menggunakan tali.

Budhi mengaku akan mendatangkan psikologis untuk memeriksa kejiwaan kedua pelaku. Termasuk menggali keterangan kenapa tega melakukan perbuatan keji tersebut.

Baca Juga: Ini Rekaman CCTV Detik-detik Anak 12 Tahun Jadi Korban Penculikan di Kota Makassar

"Pelaku kita jerat dengan pasal pembunuhan berencana dan Undang-Undang perlindungan anak UU nomor 23 tahun 2002. Ancaman hukumannya dikurangi setengah," ujar Budhi.

Load More