SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mulai mengembangkan kawasan budidaya kedelai di Kecamatan Bulupoddo. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan lokal dan nasional.
"Kita punya harapan dan target menjadi salah satu kabupaten penghasil kedelai agar bisa memenuhi stok kebutuhan kedelai secara nasional," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai Kamaruddin di Sinjai, Selasa 11 Oktober 2022.
Ia mengatakan berdasarkan pengukuran secara ubinan, produksi tanaman kedelai di kawasan itu mencapai 1,6 ton per hektare. Jumlah ini sudah melampaui produksi rata-rata nasional yang mencapai 1,5 ton per hektare.
"Apa yang dihasilkan petani kedelai sudah luar biasa karena hasilnya melampaui produksi rata-rata nasional," katanya.
Camat Bulupoddo Syahrul Paesa mengatakan bahwa pihaknya mulai menjalankan program budidaya kedelai di dua desa yaitu Desa Lamatti Riaja dan Lamatti Riawang dengan luas lahan sekitar 3 hektare.
Upaya ini cukup berhasil, di mana hasil panen kelompok tani di Desa Lamatti Riaja sekitar 1,6 ton per hektare.
"Berdasarkan data terakhir dari koordinator penyuluh bahwa hasil panen kedelai di dua desa ini sekitar 1,6 ton per hektare sehingga dari 3 hektare ini yang dihasilkan lebih dari 4 ton," katanya.
Syahrul mengatakan, dari hasil diskusi seluruh stakeholder terkait, dalam perencanaan jangka panjang ke depan diharapkan semua desa di Bulupoddo bisa terlibat dalam upaya membangun kawasan budidaya kedelai di kecamatan ini.
"Mudah-mudahan dua desa ini bisa menjadi percontohan sehingga para petani di desa lainnya juga memiliki keinginan untuk menanam kedelai. Apalagi kedelai ini bisa tumbuh karena di tahun 2018 lalu banyak petani kita yang menanam kedelai," terangnya.
Baca Juga: Harga Kedelai Naik Lagi, Pemerintah Beri Subsidi Sampai Desember
Syahrul Paesa yang juga Ketua DPD KNPI Sinjai ini juga mengatakan bahwa Bumdes Makkuraga di Desa Lammati Riaja memiliki unit usaha produksi tahu dan tempe sehingga dengan pengembangan budidaya kedelai ini akan memenuhi kebutuhan bahan baku bagi Bumdes maupun pengusaha lainnya.
Ia berharap dengan upaya cipta kawasan budidaya kedelai ini bisa membantu petani untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, memenuhi kebutuhan Bumdes serta bisa memenuhi kebutuhan perusahaan tahu dan tempe yang ada di Sinjai.
Sebelumnya, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa menyambut baik dan memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa di Kecamatan Bulupoddo.
Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini fokus dalam pengembangan budidaya kedelai sebab komoditas ini paling banyak diimpor.
"Karena itu pada tahun ini, untuk Kecamatan Bulupoddo kami alokasikan bantuan benih kacang kedelai dari Kementan sekitar 30 hektare untuk dua desa. Dan segera menyusul bantuan pupuk sehingga bisa digunakan saat musim tanam," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar