SuaraSulsel.id - Badan Geologi menjelaskan gempa bumi yang terjadi di perairan selatan Banten pada Minggu (9/10) terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang terletak di sekitar lokasi pusat gempa dengan mekanisme sesar mendatar dengan komponen normal.
Lokasi terdekat dengan pusat gempa bumi adalah daerah selatan Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Provinsi Banten serta Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
"Morfologi daerah tersebut pada umumnya merupakan dataran, dataran bergelombang, dan perbukitan bergelombang hingga terjal," demikian keterangan resmi Badan Geologi yang dikutip di Jakarta, Senin 10 Oktober 2022.
Badan Geologi menerangkan bahwa daerah tersebut umumnya tersusun oleh batuan berumur tersier berupa batuan sedimen (batu pasir, batu lempung, batu lanau, batu gamping) dan batuan rombakan gunung api.
Daerah itu juga terdapat endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai, setempat aluvial rawa dan batuan rombakan gunung api muda.
Sebagian batuan berumur tersier dan batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan.
Endapan kuarter dan batuan berumur tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.
Menurut data Badan Geologi, wilayah pantai selatan Pandeglang, Lebak, dan Sukabumi tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari tiga meter.
Bangunan di daerah itu harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu, juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
Baca Juga: Empat Rumah di Lebak Rusak Pasca Gempa Bayah
Karena wilayah bagian selatan Pandeglang, Lebak, dan Sukabumi tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, harus lebih ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non-struktural.
Badan Geologi menambahkan bahwa kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard), yaitu retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.
Pada 9 Oktober 2022, pukul 17:02:44 WIB, gempa bumi dengan magnitudo 5,5 terjadi di wilayah perairan selatan Banten. Getaran gempa itu terasa sampai ke Jakarta.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 106,08 bujur timur dan 7,02 lintang selatan berjarak sekitar 15,77 kilometer selatan Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar