SuaraSulsel.id - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Prof KH Zainal Abidin meminta tokoh-tokoh agama termasuk pimpinan gereja agar menggencarkan dakwah atau pesan-pesan kebaikan. Melalui media sosial untuk menangkal penyebaran radikalisme.
"Saatnya kita semua harus gencarkan dakwah melalui media sosial," kata KH Zainal Abidin, di Palu, Minggu 9 Oktober 2022.
Zainal Abidin dihadirkan oleh Gereja Pantekosta Indonesia Donggala (GPID) pada forum pertemuan regional Forum Evangelische Mission in Solidaritat (EMS), yang diikuti oleh pimpinan Sinode Gereja Kristen Protestan di Bali, Sinode Gereja Masehi Injil Minahasa, Snode Gereja Masehi Injili Halmahera, Sinode Gereja Kristen Sulawesi Selatan, Sinode Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara, Sinode Gereja Toraja, Sinode Gereja Toraja Mamasa, Sinode Gereja Kristen Sulawesi Barat, Sinode Gereja Protestan Indonesia Luwu.
Dalam pertemuan itu Zainal mengatakan bahwa perlu penguatan pembangunan kebersamaan dan solidaritas. Untuk secara bersama melawan tumbuh dan berkembangnya gerakan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
Kepada para pendeta dan pimpinan gereja, Rois Syuriah PBNU tersebut menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk berbuat kekerasan kepada pemeluk agama lain, hanya karena perbedaan keyakinan.
"Agama mengajarkan tentang kebaikan, mengajarkan tentang cinta kasih dan sayang sesama manusia," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada konflik agama. Sebab agama tidak mengajarkan untuk berkonflik atau berbuat kekerasan. Sebaliknya, yang terjadi ialah konflik atau pertikaian yang mengatasnamakan agama.
"Di sinilah dibutuhkan peran penting dari tokoh - tokoh agama dan pimpinan gereja untuk menggencarkan dakwah pesan-pesan kebaikan, baik secara daring maupun tatap muka," ungkap dia.
Ia menyebut bahwa, kelompok gerakan garis keras terus menggencarkan faham intoleransi, radikalisme dan terorisme lewat dunia maya.
Baca Juga: Ke Istana Temui Jokowi, Ketua FKUB Papua Beri Masukan: Kewajiban sebagai Pendeta
Berdasarkan survei nasional tentang daya tangkal masyarakat terhadap radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tahun 2017 - 2018, dengan skor 42,58 dari rentang 0 - 100 atau kategori sedang.
Sementara data penanganan konten radikalisme dan terorisme dari Kementerian Kominfo tahun 2017 sampai dengan Maret 2019 sudah berjumlah 13.032 konten.
Selanjutnya, hasil survei nasional tentang daya tangkal masyarakat terhadap radikalisme dan terorisme yang dilaksanakan BNPT tahun 2019, pengguna media sosial dalam mencari informasi mengenai agama termasuk tinggi dengan skor 39,89, dalam internalisasi kearifan lokal termasuk pemahaman agama.
"Dakwah yang santun dan mencerahkan umat dari tokoh - tokoh agama disampaikan lewat media sosial, tidak hanya sebagai bentuk penyesuaian perkembangan zaman di tengah hadirnya teknologi informasi komunikasi. Melainkan sebagai bentuk upaya melindungi masyarakat khususnya generasi muda dari penyebaran faham-faham intoleransi, radikalisme dan terorisme," ungkap dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone