SuaraSulsel.id - Dua terduga pelaku percobaan pencurian uang nasabah bank dengan modus mengikuti korban usai mengambil uang di bank ditangkap polisi.
Kepolres Baubau AKBP Erwin Pratomo mengungkapkan, kejadian itu berawal saat kedua pelaku yakni H bin DGN (43) dan LR alias RH bin RS (49) berboncengan menggunakan sepeda motor. Berkeliling di seputaran Kota Baubau untuk mencari target pada 28 September 2022 sekitar pukul 10.00 Wita.
"Karena belum mendapatkan target kedua pelaku memilih untuk terparkir di depan Bank Sultra untuk memantau, dan pada pukul 13.00 Wita kedua pelaku melihat korban keluar dari bank tersebut. Sambil memegang kantung plastik warna hitam yang berisikan uang tunai," kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Najamuddin dan Kasi Humas Polres Baubau Iptu Abdul Rahmat, Rabu 5 Oktober 2022.
Ia melanjutkan, korban FM yang merupakan warga perumahan BTN Beringin Kelurahan Watubangga Kecamatan Baruga Kota Kendari bersama empat orang lainnya masuk ke dalam mobil Avanza Veloz yang dikendarainya. Kedua pelaku kemudian mengikuti korban sampai ke salah satu rumah makan di Kelurahan Wale Kecamatan Wolio hingga ke Lippo Plaza Buton.
"Setelah korban bersama rekannya berjalan ke Lippo Plaza Buton dan memarkir kendaraan di parkiran, pelaku sudah tidak lagi melihat korban memegang kantong plastik yang berisikan uang saat turun dari mobil. Sehingga kedua pelaku memastikan bahwa uang tersebut berada dalam mobil," ujarnya.
Saat ini kedua pelaku LR alias RH bin RS warga Desa Wulangga Jaya Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat dan H bin DGN warga jalan Tanjung Bayang Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate Kota Makassar telah diamankan di Mapolres Baubau. Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan yakni satu unit kendaraan roda empat merk Toyota Avanza Veloz dengan nomor Polisi DT 1852 HF, satu unit sepeda motor Yamaha Fino warna hitam dengan nomor Polisi DT 6406 yang digunakan pelaku, dan satu buah obeng dengan panjang 20 cm. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Perempuan di Makassar Bakar Diri atau Dibakar? Ini Jawaban Kapolsek Manggala
-
Tragedi di Makassar: Kekasih Diduga Siram Bensin, Perempuan Ini Kritis Akibat Luka Bakar
-
Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama