SuaraSulsel.id - Kota Parepare dan Kabupaten Bulukumba dianggap berhasil menurunkan inflasi secara tajam dari bulan Mei 2022 ke bulan Agustus 2022. Hal tersebut sesuai dengan instruksi oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Sebagai penghargaan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani memberikan bonus Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp10 miliar lebih.
Ternyata begini cara kepala daerah di dua daerah tersebut menekan inflasi. Sehingga dianggap berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengatakan punya strategi tersendiri untuk menekan inflasi. Caranya adalah tidak dengan memberikan bantuan tunai ke masyarakat, di luar BLT dari Kementerian.
Namun, semua warga di Bulukumba diwajibkan untuk menanam di sekeliling rumah. Seperti sayuran, cabai dan tanaman jangka pendek lainnya.
"Tidak hanya sayuran, cabai, bawang dan lain-lain juga. Kita bagikan bibit ke semua warga dan suruh tanam sendiri. Saya minta Kepala Desa cek dan awasi," ujar Muchtar saat dikonfirmasi, Selasa, 27 September 2022.
Ia menjelaskan Pemkab menggelontorkan anggaran Rp200 juta setiap tahunnya untuk semua desa. Uang itu digunakan untuk pengadaan bibit dan pupuk yang dibagikan ke warga.
Kata Muchtar, Bulukumba punya lahan pertanian yang cukup luas. Lahan tersebut tidak hanya untuk ditanami padi, tapi juga dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan lainnya.
Sehingga, saat harga kebutuhan pangan melonjak, masyarakat tak lagi kaget. Seperti pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini.
Baca Juga: Kabupaten Bulukumba dan Kota Parepare Dapat Hadiah Rp10 Miliar Karena Mampu Tekan Inflasi
"Kita tidak kasih mereka uang tunai, tapi kasih bibit gratis. Pupuknya di fasilitasi. Kita wajibkan mereka tanam palawija. Tidak boleh ada (lahan) yang tidur," jelasnya.
Muchtar mengatakan akan memanfaatkan anggaran dari Kementerian Keuangan untuk membangun jalan tani. Bulukumba butuh jalan tani untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan.
"Uang itu akan kami manfaatkan untuk membangun jalan tani. Supaya warga mudah untuk menjual hasil pertanian," kata Muchtar.
Sementara, Wali Kota Parepare Taufan Pawe mengaku setiap pekan menerima laporan harga komoditas pangan di pasaran. Jika ada kenaikan yang signifikan, maka solusinya adalah pasar murah.
"Kita rutin gelar pasar murah. Kita intervensi harga, jika naik kita langsung gelar pasar murah," ungkap Taufan.
Ia menambahkan pihaknya juga menjalin komunikasi yang baik dengan pelaku usaha. Mereka diedukasi jangan sampai ada penimbunan barang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum
-
Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Warga Evakuasi Korban dari Kolong Truk di Makassar: Balita Tewas, Tiga Luka-Luka
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun