SuaraSulsel.id - Petani korban penggusuran berunjuk rasa meminta Kapolri menghentikan penggusuran dan perampasan tanah masyarakat Baruga-Puosu Jaya. Dilakukan oleh oknum Brimob.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, pengunjuk rasa juga mendesak Kapolri agar mencopot oknum Brimob yang melakukan tindakan kriminalisasi terhadap masyarakat Baruga-Puosu Jaya.
Tuntutan ketiga adalah mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara atas pembiaran kriminalisasi dan penggusuran terhadap tanah masyarakat Baruga-Puosu Jaya.
Lahan yang diklaim seluas 120 hektare yang terletak di 3 lokasi yaitu di Desa Lalowiu, Kelurahan Baruga dan Desa Puosu Jaya dengan total sekitar 300-an orang pemilik.
Hal ini juga yang diungkapkan oleh Kepala Desa Puosu Jaya, Langa. Dia mengatakan, ia termasuk salah satu korban dari tindakan intimidasi oknum Brimob.
"Kalau memang pihak Mako Brimob tidak memiliki lahan, apa susahnya untuk mengganti rugi, sehingga jangan ada kesan Brimob itu merampas tanah rakyat," katanya.
Terlihat di lapangan, nampak beberapa anak kecil dan ibu rumah tangga ikut dalam aksi demonstrasi.
Salah seorang ibu rumah tangga yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan, Indonesia adalah negara hukum, bukan negeri intimidasi.
"Hidup rakyat," teriaknya, disambut teriakan yang sama oleh yang lain.
Baca Juga: Kapolri: Kalau Ada Laporan Pelanggaran Anggota, Saya Langsung Copot
Aksi demonstrasi berlangsung sejak pukul 09.00 Wita. Aksi ini dilatarbelakangi oleh dugaan penyerobotan lahan milik Zaami Rianto oleh oknum Brimob bernama Ipda Pata yang viral di media sosial pada 24 Agustus 2022.
Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada pukul 12.00 Wita.
Unjuk Rasa di Mako Brimob
Masyarakat yang tergabung dalam forum petani korban penggusuran lahan, melakukan aksi demonstrasi di Mako Brimob Sulawesi Tenggara.
Salah satu Jenderal Lapangan, Andi Rahman mengatakan, sebagai penegak hukum, seharusnya aparat Brimob mampu membuat masyarakat merasa tenang, tenteram dan damai.
"Lahan-lahan kami yang merupakan aset kami, kami hidup di dalamnya tetapi dikriminalisasi oleh oknum Brimob," tuturnya, Senin (12/9/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap