SuaraSulsel.id - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulsel bersama organisasi kepemudaan daerah. Berunjukrasa mendukung pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia yang berakhir pada 2025 mendatang.
"Kami mendukung gubernur dan menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale Indonesia melanjutkan izin pengelolaan tambang di wilayah Sulsel. Karena selama ini masyarakat tidak diuntungkan, tapi segelintir orang kaya saja pemilik perusahaan dan pemilik saham," ungkap Koordinator Lapangan Indra Kurniawan di kantor DPRD Sulsel, Jumat 9 September 2022.
Selain menolak perpanjangan kontrak karya, pendemo juga mendesak Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM menyerahkan pengelolaan tambang eks Vale secara mandiri ke pemerintah setempat dikelola Perusahaan Daerah.
"Sebaiknya setelah kontrak karya selesai, bekas tambang Vale diserahkan ke pemerintah daerah dan bekerja sama para investor lokal maupun perusahaan daerah mengelola itu. Tentu akan memberikan keuntungan besar dan kesejahteraan bagi negara dan daerahnya," kata Indra.
Pihaknya menilai selama ini Sumber Daya Alam dari kekayaan tanah air Indonesia selama kurang lebih 54 tahun dikuasai PT. Vale Indonesia sebagian besar sahamnya dikuasai orang asing.
"Pengelolaan nikel yang selama ini dikuasai oleh pihak swasta asing belum sepenuhnya memberi manfaat yang maksimal bagi pemerintah dan masyarakat Sulsel," bebernya.
Lokasi tambang PT Vale di Soroako, Kabupaten Luwu Timur, Malili dan lainnya, kata dia, diketahui publik daerah penghasil tambang nikel terbesar yang dikelola perusahaan asal Brazil itu. Tapi, selama ini sumbangsih riil yang dirasakan pemerintah dan rakyat Sulsel sangat kecil berbanding terbalik dari keuntungan besar mereka.
"Kami hanya cenderung menjadi penonton melihat kekayaan tanah air daerah kita dikeruk hanya untuk kepentingan asing dan aseng. Selama ini nikel kita dibawa keluar negeri dengan harga tinggi semakin memperkaya pihak asing, rakyat hanya dikasih debu," papar Indra.
Baca Juga: Tiga Gubernur di Sulawesi Tolak Perpanjangan Kontrak Karya, Vale Indonesia Buka Suara
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menyatakan sikap sepakat tidak memperpanjang izin kontrak karya PT Vale Indonesia Tbk.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekjen dan Plh Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI dan RDPU oleh Panja Vale Komisi VII di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
-
Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu
Terkini
-
Jokowi Tunjukkan Ijazah Depan Wajah Roy Suryo
-
Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer
-
20 SMA di Sulsel Diduga Curang di Ujian Tes Kemampuan Akademik
-
Kejari Sikat Pajak Perusahaan, Kolaka Kecipratan Dana Segar Rp18 Miliar
-
Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar