SuaraSulsel.id - Kasubag Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Provinsi Sulawesi Utara, Meydizon Derek, mengatakan, 111 anak yang menjadi korban kekerasan sepanjang 2022.
Mengutip BeritaManado.com -- jaringan Suara.com, dari jumlah tersebut, 34 diantaranya adalah korban kekerasan seksual.
Sisanya dikategorikan kekerasan fisik, psikis, hingga trafficking atau perdagangan anak.
Menurut Meydizon, data tersebut terhitung sejak Januari hingga 26 Juli 2022.
“Untuk kekerasan seksual kepada anak, dominan dilakukan orang terdekat. Beberapa diantaranya juga terjadi di luar lingkungan keluarga,” kata Meydizon Derek kepada BeritaManado.com, Rabu (27/7/2022).
Upaya dari DP3AD Sulut, lanjut Meydizon, adalah dengan melakukan pendampingan dan mediasi pada jenis kasus tertentu.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat intens dilakukan agar praktik kekerasan dapat diminimalisasi.
Pihaknya juga menyediakan layanan penampungan kepada korban dalam pemulihan dari trauma.
“Ada tim khusus yang memberikan pendampingan psikologis. Kita punya sarana untuk itu dan sekarang sedang melayani tiga orang korban,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Ini Daftar Tokoh Penentu Rektor Unhas Periode 2026-2030
-
Pemilihan Rektor Unhas Digelar di Jakarta, Libatkan Menteri dan CEO Freeport
-
Polri Sebut Penangkapan Jurnalis di Morowali Tidak Terkait Profesi
-
3.377 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang 2025: Ini Lokasi Paling Rawan!
-
16 Tewas dan Puluhan Warga Hilang, Pulau Siau Tanggap Darurat