SuaraSulsel.id - Kepolisian Resort Maluku Tengah, menahan seorang pemuda asal Amahai bernisial TM. Karena diduga melakukan ujaran kebencian terhadap instansi TNI-Polri di media sosial facebook, terkait pemecahan rekor MURI di Provinsi Maluku.
“Thomas Madilis (TM) ditangkap di kediamannya di Negeri Amahai, pada Sabtu (25/6) pukul 21.00 WIT oleh Polsek Amahai, dan diserahkan di Polres Malteng untuk proses selanjutnya,” kata Wakapolres Maluku Tengah, Kompol Muhammad Bambang Surya Wiharga ketika dihubungi Antara dari Ambon, Selasa 28 Juni 2022.
Polisi mengenakan pasal berlapis terhadap TM dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, ujar Bambang Surya. Tersangka dikenakan Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946.
Kemudian Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Saat ini, lanjut Bambang, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah diamankan di rutan Polres Malteng.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku, dan sudah Melakukan penyitaan barang bukti berupa Hp dan akun facebook tersangka dan email,” ungkapnya.
Rencana tindak lanjut Polres Malteng adalah melakukan uji Laboratorium Forensik (Labfor), serta akan melakukan pemeriksaan ahli pidana dan ahli bahasa.
Kasus itu bermula pada Sabtu (25/6)sekitar pukul 11.00 WIT, ketika Thomas Madilis (TM) alias MAS, mengunggah kalimat yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian di akun media sosial facebook pribadinya.
Baca Juga: Gede Pasek Suardika Akan Laporkan Balik Ketua MDA Bali, Buntut Postingan Viral di Facebook
"Orang Maluku itu jago makang puji, makamnya kejar rekor muri sabarang sabarang. Habis makan papeda sekarang minum pala. Padahal pala kalah dari aceh, sagu kala dari riau mar paleng biking diri karas. Coba rekor tanam sagu ka pala terbanyak supaya kuota penghasil itu jadi nomor satu, masa untuk memikir hal begini saja sulit. _marsutalalulaituangala" tulis Madilis.
Pada saat yang sama, Polda Maluku memecahkan rekor MURI minum jus pala terbanyak untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-76. Selain itu, tersangka juga membandingkan dengan Pemecahan Rekor Makan Papeda Terbanyak yang digelar Kodam Pattimura pada 22 Mei lalu.
“Ambon city off music itu icon maluku dalam peradaban kemajuan. Rekor muri itu melahirkan penyanyi maluku banyak banyak dengan kualitas musik yang mampu bersaing dikanca internasional. Bukan kejar muri makan papeda dan munum pala, itu namanya rekor makang puji skala nasional. Pantas musisi maluku seng dapa tampa karena dihargai deng kata kata," tulis tersangka di facebook pribadinya.
Tidak berhenti, tersangka juga lanjut mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi antara kedua institusi tersebut dalam postingan lainnya.
"Ya Tuhan, ada apa dengan TNI-Polri di Maluku kenapa jadi gila Muri". (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa