SuaraSulsel.id - Sejumlah personel TNI/Polri di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, siap mengawal lembaga masyarakat adat (LMA) yang berencana menggelar upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2022 di Jayawijaya.
Kapolres Jayawijaya AKBP Muh Safei di Wamena, mengatakan pengamanan tersebut untuk menyukseskan upacara yang rencananya dilangsungkan di Lapangan Pendidikan Jayawijaya.
"Kami, TNI/Polri dan pemda, sudah sampaikan akan memberikan pengamanan. Silakan beraktivitas seperti biasa, personel yang dilibatkan yakni dari Kodim dua SSK, Batalyon dua SSK, dan dari Polres Jayawijaya sendiri ditambah Brimob," katanya, Selasa 31 Mei 2022.
Safei mengatakan pengamanan itu akan dibantu anggota Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan organisasi radio amatir Orari. "Kami juga mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Jayawijaya yang aman," katanya.
"Besok, Insyaallah kami akan memberikan pengamanan masyarakat tetapi ini semua kembali kepada masyarakat. Ada tokoh masyarakat dan agama yang punya andil dalam pengamanan itu sendiri," katanya.
Kapolres mengatakan walau 2 hari terakhir ini kelompok berseberangan melakukan protes atas rencana kegiatan LMA yang nantinya dirangkai dengan deklarasi daerah otonomi baru (DOB), situasi Jayawijaya aman.
"Secara keseluruhan situasi kamtibmas di Jayawijaya aman terkendali," katanya.
Upacara Hari Lahir Pancasila yang dirangkai dengan deklarasi DOB itu nantinya melibatkan perwakilan anggota LMA dari sembilan kabupaten dan LMA distrik-distrik di wilayah pegunungan tengah Papua. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah
-
Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI
-
Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual