SuaraSulsel.id - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah, Nur Sangadji, mengatakan masyarakat harus mendapatkan edukasi. Agar bijak menanggapi segala situasi dan informasi di era narasi segregasi, intoleransi, dan upaya pemecah belah kebhinekaan dan kerukunan bangsa.
"Masyarakat kita perlu dididik untuk dapat menyelaraskan bersama antara pikiran dengan hati, antara emosi dengan logika, jadi sama-sama itu harus disatukan,” kata Sangadji dalam siaran pers Pusat Media Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (PMD BNPT), Kamis 26 Mei 2022.
Dia meminta masyarakat juga harus dapat melek dan memilah informasi. Pasalnya, dewasa ini sudah menjadi tabiat yang melekat bahwa informasi sering dimanipulasi untuk kepentingan tertentu.
"Masyarakat harus melek informasi dan informasi itu punya tabiat dikurangi dan ditambahkan, yang kami sebutkan dengan akurasi informasi itu. Oleh karena itu, masyarakat kita harus diedukasi untuk menjadi dewasa untuk menerima dan menanggapi suatu peristiwa yang terjadi,” jelas Dosen Fakultas Peternakan Universitas Tadulako Palu itu.
Bukan tanpa sebab, dirinya menyampaikan hal itu sebagai tanggapan terhadap kasus Ustad Abdul Somad (UAS) yang beberapa waktu lalu dilarang memasuki wilayah Singapura. Karena negeri tersebut pernah menyampaikan ceramah bernuansa segregasi, intoleran, dan memecah belah persatuan.
"Walaupun saya tidak terlalu mengikuti berita tersebut, namun menurut saya kita harus menghormati keputusan yang diambil negara tersebut, karena setiap negara itu memiliki otoritas," kata alumnus Universite Jean Moulin Lyon 3 Paris.
Narasi yang muncul usai peristiwa yang dialami UAS tersebut, seperti narasi Islamofobia dan kriminalisasi ulama, bukan suatu tuduhan belum cukup berdasar untuk dituduhkan kepada suatu negara berdaulat.
"Karena, ketika ada orang datang ke rumah saya, lalu saya tidak menerima, itu kan hak yang punya rumah itu. Kalau sudah dijelaskan, tetaplah bukan salah si tuan rumah, tapi poinnya itu adalah terjelaskan agar tidak terus menjadi salah paham," katanya.
Oleh karena itu, pria yang lahir di Tidore, Maluku Utara, itu menilai penting terhadap peran para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terlibat langsung dalam membangun komunikasi yang baik dan sehat di tengah masyarakat.
Baca Juga: Warga Sulawesi Tengah Diminta Tidak Panik Dengan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
"Tokoh-tokoh ini punya peluang yang lebih besar untuk mendewasakan masyarakat, karena tokoh agama dan tokoh masyarakat ini lebih dekat dengan masyarakat, membangun komunikasi, karena banyak hal itu tidak terselesaikan karena komunikasi. Banyak hal yang menjadi masalah karena tidak dikomunikasikan," katanya.
Tidak hanya itu, dia juga berharap Pemerintah mampu menjadi matchmaker (aktor yang mempertemukan) di tengah persoalan maraknya narasi dan kampanye intoleransi. Pemerintah harus mampu mempertemukan berbagai tokoh, pihak, dan kalangan untuk duduk bersama dan berdialog, katanya.
"Pemerintah harus lebih proaktif dan harus bisa menjadi agent of matchmaker. Jadi, dia yang mempertemukan ini, Pemerintah mempertemukan tokoh agama, semua pihak didudukkan jadi satu untuk berkomunikasi dan menjadi fasilitator," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngeri! Layangan Tersangkut di Pesawat Saat Mendarat di Bandara Hasanuddin
-
Masih Bayar Lebih Saat Pakai QRIS? BI Sulsel Tegaskan Pedagang Tak Boleh Lakukan Ini
-
Ini Wajah Baru Ruas Jalan Pangkajene-Rappang yang Ramah Pejalan Kaki
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas