SuaraSulsel.id - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan antara lain dengan memberikan bimbingan teknis sebagai bekal memasuki dunia usaha.
Wakil Rektor V UMI Prof HM Hattah Fattah dalam keterangannya mengatakan, Unit Pelaksana Tugas (UPT) Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis UMI kembali menggelar bimbingan teknis. Untuk mahasiswa terkhusus yang memiliki jiwa bisnis atau usahawan.
Kehadiran bimbingan teknis ini untuk mempersiapkan keluaran UMI agar lebih siap masuk ke dunia luar. Khususnya menjadi seorang pengusaha.
“Kami ingin mendorong mahasiswa betul-betul menjadi pengusaha. Karena memang kita tidak pernah melihat ada seorang usahawan yang langsung sukses. Mereka pasti akan gagal dahulu,” katanya, Jumat 20 Mei 2022.
“Jadi kita persiapkan anak anak kita menjadi pengusaha. Bahkan tiga bulan sebelum lulus mereka disiapkan sudah memiliki usaha dengan badan usaha UD, CV, bahkan yang berbadan hukum PT,” sambung Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) itu.
Mantan Dekan FPIK UMI itu menjelaskan ada dua hal penting yang dilakukan UMI untuk memastikan keseriusan peserta bimbingan teknis agar kemudian hari bisa dilihat hasilnya.
Pihaknya tidak mau pelatihan ini tidak hanya pertemuan-pertemuan tapi akan ada realisasi di kemudian hari.
"Ada dua hal yang kita terus lakukan untuk anak-anak kita. Pertama, akan diikutkan pelatihan supaya mereka termotivasi. Kedua, akan dipantau perkembangannya seperti bagaimana perjalanan usaha yang dibangun,” ujarnya. (Antara)
Baca Juga: Kritisi Pemerataan Pembangunan Infrastruktur, Mahasiswa Beri Pemkab Bogor Kartu Merah
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?