SuaraSulsel.id - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Sulawesi Selatan Muhammad Hasanuddin mengimbau masyarakat yang hendak mudik Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Sebelum meninggalkan rumah guna menghindari musibah.
"Imbauan ini sebagai bentuk menjaga kewaspadaan dan antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran di wilayah kita, terutama pada momen libur dan cuti panjang lebaran tahun ini," kata Hasanuddin di Makassar, Sabtu.
Ia mengatakan selain rumah tinggal, tempat perkantoran, restoran, rumah makan, warung kopi dan tempat usaha lain yang hendak ditinggalkan agar tetap memperhatikan hal-hal sekecil apapun yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
"Kita selaku masyarakat sosial yang hidup berdampingan, harus tetap meningkatkan kewaspadaan akan adanya bahaya yang mengintai," ucapnya menegaskan.
Hal-hal yang perlu diwaspadai dan bisa berpotensi kebakaran, kata dia, seperti tidak lupa mematikan perangkat elektronik, peralatan dapur seperti gas, kompor, lilin, puntung rokok, obat nyamuk bakar dan kegiatan pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Ia terus mengingatkan warga kota yang hendak meninggalkan rumah tinggal untuk pergi mudik ke kampung halamannya maka wajib memperhatikan atau memastikan keamanan rumahnya, seperti mengecek peralatan listrik, kompor dan tabung gas apakah sudah dalam keadaan aman.
"Sebaiknya lampu rumah saat ditinggal mudik dinyalakan seperlunya saja dan tidak kalah pentingnya untuk berkomunikasi melaporkan ke perangkat RT/RW, tetangga, satpam untuk diketahui bahwa rumah akan ditinggal beberapa waktu," ujarnya.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar juga selalu siaga 24 jam untuk mengamankan kota dari berbagai bencana.
Saat ini sudah disiapkan beberapa titik sebaran armada dan personil dengan peningkatan kesiapsiagaan.
Himbauan terakhir untuk seluruh warga kota agar selalu menyimpan nomor panggilan darurat layanan pemadam kebakaran Kota Makassar, melalui nomor hot line 0811410113 bisa lewat Whatsapp ataupun telepon langsung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Perempuan di Makassar Bakar Diri atau Dibakar? Ini Jawaban Kapolsek Manggala
-
Tragedi di Makassar: Kekasih Diduga Siram Bensin, Perempuan Ini Kritis Akibat Luka Bakar
-
Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama