SuaraSulsel.id - Peluru nyasar menembus atap Gereja Katolik Gembala Baik, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Minggu 17 April 2022.
Mengutip Kabarpapua.co -- jaringan Suara.com, Kepolisian Resort Jayapura Kota masih menelusuri pemilik peluru nyasar tersebut.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav Urbinas menegaskan, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Polsek Abepura dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua.
“Kemarin kami masih lakukan penyelidikan, karena ini masih melakukan penyelidikan dan peluru itu jenis pistol. Namun memang pada saat kejadian tidak ada keresahan yang timbul dalam artian tidak ada suara tidak ada bunyi letusan,” kata Gustav, Selasa 19 April 2022.
Pihak kepolisian, kata Gustav, belum bisa menarik kesimpulan asal muasal peluru tersebut.
“Peluru berukuran 9 mm dan jatuh dari atap setelah melubangi atap dan plafon, namun belum diketahui pistol milik siapa. Sementara masih diselidiki,” jelasnya.
Gustav memaparkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangannya terkait kasus peluru dalam gereja ini. Namun, ia memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu jalannya ibadah dalam gereja.
“Kami sudah meminta keterangan dari beberapa saksi dan pihak Labfor yang akan menjelaskan soal arah dan kemiringan serta lainnya. Jika kejadian itu dilakukan oknum aparat kepolisian maka dipastikan akan dikenakan sanksi,” tegasnya.
Baca Juga: Hormati Perayaan Paskah, Tadarus di Masjid Al Hikmah Solo Tidak Memakai Toa
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?