SuaraSulsel.id - Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Imam Mobilingo mengatakan, saat ini enam mahasiswa Unhas sudah berada di Jakarta. Akan bergabung dengan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.
Mereka akan berunjuk rasa, Senin 11 April 2022. Menolak presiden tiga periode dan penundaan Pemilu di Indonesia. Bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia.
Selain mengirim perwakilan ke Jakarta untuk berunjuk rasa di Istana Negara, mahasiswa Unhas juga akan melakukan unjuk rasa di Kota Makassar. Bersama mahasiswa yang ada di Kota Makassar.
"Unhas hadir dalam aksi (di Jakarta). Ada enam orang termasuk saya," ungkap Imam Mobilingo kepada SuaraSulsel.id, Minggu 10 April 2022.
Imam mengatakan aksi ini akan menjadi sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia. Kekuatan mahasiswa masih diperhitungkan dalam melawan kekuasaan yang semena-mena.
Imam menyebut 6 mahasiswa Unhas yang akan bergabung besok di Istana Negara adalah:
1. Imam Mobilingo (Ketua Umum BEM KM UNHAS)
2. Zulfiqih Matra Palompai (Wakil Ketua BEM KM UNHAS)
3. Muh. Nur Aswin Fajar (Menteri Hubungan Luar Negeri BEM KM UNHAS)
4. Sahlan Fahmi J. Abdullah (Menteri Komunikasi dan Informasi BEM KM UNHAS)
5. Syahrul Amiruddin (Menteri PSDM)
6. Achmad Fauzan (Ketua BPM Unhas)
Viral Setingan Aksi Mahasiswa Besok
Di aplikasi percakapan WhatsApp viral informasi yang menyebutkan rencana aksi mahasiswa besok di Istana Negara. Berikut informasi yang viral:
Baca Juga: Siapa Saja Peserta Demo 11 April Besok? Dari Mahasiswa hingga Anak STM Turun ke Jalan
Siang Pak,
Info dari TImsus BAIS
Laporan Informasi :
Skenario setingan Aksi Senin 11 April 2022
Aliansi BEM seluruh Indonesia
“TAGIH Istana Negara”
Aksi Nasional Ini dihadiri oleh 47 Kampus antara Lain ; UNJ, UNHAS, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIEDAMA, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, UNAND, UNRAM, PPNP, UNDIP, UNS, UNY, UNSOED, SSG, STIEPER. UNMUL serta 27 BEM PTM Indonesia.
Target kekuatan Massa : 1.500 - 2.000 orang
TerPusat di istana negara :
Target Aksi serentak kota besar : Makassar, Solo, Surabaya, Medan, Semarang, Bandung, Bogor dan Palembang.
Jam 13.00 wib
Titik Kumpul
Alternatif-1 “ Perpustakaan Nasional”
Alternatif-2 “Sarinah”
Jam 14.00 Wib Massa Aksi melakukan Longmarch dari Lokasi titik kumpul menuju Patung Kuda.
Jam 15.15 wib
Massa Aksi melaksanakan sholat Azhar Berjamaah dijalan.
Jam 15.30 wib
Aksi Sambutan orasi Perwakilan BEM 19 Perguruan Tinggi.
Jam 16.00 Wib
Korlap dan Perwakilan Setiap kampus negosiasi Pihak Kepolisian agar diberikan kesempatan Jalan menuju istana.
Jam 16.30 Wib
Perwakilan Tiap kampus Tampil Orasi & Puisi sesuai tema aksi
Jam 17.00 Wib
Potensi Kerusuhan Akan muncul jika tidak diperbolehkan menuju istana negara.
Jam 17.30 wib
Memutuskan tetap Berada dilokasi hingga Berbuka Puasa Bersama. Dilanjutkan sholat magrib berjamaah.
Jam 18.30 wib
Pernyataan Sikap atas Perkembangan respon Pihak istana atas Tuntutan aksi 28 Maret 2022.
Jam 19.30 wib
Potensi kerusuhan jika ada pemaksaan Membubarkan diri.
Mentor/ Kontributor AKSI :
Bidang isu ekonomi
- Rizal Ramli
- Rusli Abdullah (indef)
- Awalil Rezky
Bidang isu Hukum & advokasi
- Novel Baswedan
- Zainal Arifin (Ketua YLBHi Bidang Advokasi & Jaringan)
- Busryo Mukaddas
- Isharyanto (Dosen Fak Hukum UNS).
- Hamdan Zoelva
Bidang isu Pertambangan & Lingkungan
- Pradarma Rupang (Jatam Kaltim)
- Zenzi Suhadi (Direktur eksekutif Nasional Walhi)
Bidang issue Politik
- Ujang Komaruddin
- Ubedillah Badrun
- Andrianto
- Jumhur Hidayat
- Sahganda Nainggolan
- Ferry Mursidan Baldan
Penanggung jawab
- Kaharuddin HSN
Korlap
1. Yodra Muspierdi (BEM UNAND) bidang issue Kebijakan Nasional.
2. Yudistira (BEM UNRAM) bidang issue korupsi dan Penegakan Hukum
3. Andi Indra Kurniawan (BEM UNMUL) bidang issue Sosial Politik
4. Lutfhi Yusrizal (BEM IT-PLN) Bidang issue Humas & Opini
5. Akhmad Fasya (BEM UNAND) Bidang logistik & Medis
DUKUNGAN MASSA :
STM Sejabodetabek.
Demikian laporan Setting aksi 11 April 2022 , UDK.
Ketua BEM Unhas mengatakan informasi di atas sebagian benar. Tapi sebagian keliru. "Ada beberapa informasi yang keliru dan pihak BEM SI akan konfirmasi," ungkap Imam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pemprov Sulsel: Pengadaan Kendaraan Dinas Berbasis Efisiensi Aset
-
Geger WNA Asal China Punya KTP Indonesia, Modus Licik 'Ubah Usia' Terbongkar di Makassar
-
Calon Pengantin Pria Ternyata Perempuan, Ketahuan Gara-Gara Uang Panai Rp250 Juta
-
Waspada! 7 Daerah di Sulsel Tetapkan Status KLB Campak, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Ketua KKLR Sulsel Ajak Wija To Luwu Kawal Pembentukan Provinsi Luwu Raya