SuaraSulsel.id - Penyamaan persepsi tentang aksara Lontaraq dinilai penting. Untuk itu masyarakat Sulsel diminta punya kesamaan persepsi. Penyamaan persepsi itu penting agar bisa dilakukan standarisasi penulisan aksara Lontaraq.
Aksara Lontaraq ini dimasukkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan Badan Standarisasi Nasional. Sejauh ini sudah ada 3 aksara yang masuk SNI yakni, Jawa, Sunda dan Bali.
Sebenarnya aksara Lontaraq Sulsel sudah diusulkan juga, tapi karena masih ada friksi maka tertunda. Jadi kesepakatan itu akan membantu proses pengusulan dari masyarakat atau pemerintah daerah.
Aksara Lontaraq dan Aksara Rejang dari Bengkulu saat ini dimasukan ke Tabel 4 atau Excluded Script, yang artinya "used only in very small communities or with very limited current usage" oleh UNICODE (Standar Internasional untuk Huruf). Sebelumnya, aksara Lontaraq masih masuk dalam Tabel 5 atau "Limited Usage".
Hal ini dinilai tak lama lagi aksara ini akan hilang. Itu lantaran penggunaannya sangat terbatas atau hanya digunakan oleh komunitas kecil.
Hal ini mengemuka dalam ramah tamah dan diskusi di Kebun Denassa, Desa Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Rabu, 16 Maret 2022. Diskusi diadakan saat kunjungan kerja dalam rangka monitoring pelaksanaan perlindungan bahasa daerah, aksara, dan sastra di Provinsi Sulawesi Selatan.
Kunjungan kerja ini dilakukan oleh Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI. Tim dari Kemenko PMK terdiri dari Molly Prabawaty, Tri Hariyanto, dan Ferdiansyah.
Peserta diskusi, selain Darmawan Denassa, juga hadir dari unsur BasaIbu, penggiat literasi Takalar, Kelompok Kerja Guru Mata Pelajaran (KKG MP) Bahasa Makassar dari Kota Makassar, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Aminuddin Salle dan Dr Buyung Romdhani dari Balla Barakkaka, Dr Sumarlin Rengko, akademisi Unhas, dan Rusdin Tompo dari Komunitas Puisi (KoPi) Makassar, yang juga merupakan Koordinator Satupena Sulawesi Selatan.
Aksara Lontaraq itu perlu didorong supaya punya standar sehingga masuk perangkat digital yang dapat dimanfaatkan oleh milenial dan Gen Z. Begitu SNI menetapkan aksara Lontaraq maka tombol di gawai kita bisa membaca dan menulisnya. Seperti huruf Korea atau Jepang yang ada di tombol keyboard.
Ada 17 aksara nusantara yang layak diajukan SNI-nya tapi perlu ada standarisasi dan kesepakatan multipihak di daerah yang bersangkutan lebih dahulu. Tujuan pemerintah adalah agar aksara yang menunjukkan budaya dan kemajuan peradaban kita itu supaya tidak punah.
Dr Sumarlin Rengko menyoal lembaga dan instansi yang kurang padu dalam pengajaran dan pembelajaran aksara Lontaraq, termasuk bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Makassar. Dia juga mengeritik kebijakan penempatan guru bahasa daerah.
Ada guru yang terangkat PNS sebagai guru bahasa daerah, tapi justru mengajar bahasa Indonesia, PKn, agama atau seni budaya.
Eka Yuniarsih, Guru SMPN 24 Makassar, yang mengajar bahasa daerah, mengungkapkan bahwa di Sulsel ada Pergub tentang perlindungan bahasa daerah, tahun 2018, tapi Pergub ini dalam praktiknya dianggap hanya berlaku di tingkat SMA.
Penggunaan aksara Lontaraq memang belum diformalkan, tapi beberapa orang dan komunitas mempraktikkannya. Ramlah Dg Tonji guru SMK Negeri 1 Gowa, menyampaikan dia mempraktikkan penggunaan aksara Lontaraq saat membuat daftar belanja ketika mau ke pasar. Sementara Denassa gunakan aksara Lontaraq Makassar/Mangkasara dalam penulisan nama lokal keanekaragaman hayati di RHD dan Kebun Denassa.
Begitupun dengan Prof Aminuddin Salle, yang sejak 2016 mengubah rumah orangtuanya, yang dibangun sejak 1936 menjadi museum kecil. Upaya itu dilakukan karena, katanya, suatu bangsa dikatakan besar kalau punya bahasa, aksara, dan punya identitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar