SuaraSulsel.id - Kasus investasi bodong kembali terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Setelah FX Family kini muncul investasi serupa yang bernama Donor Duel.
Terkini ada 14 orang yang mengaku sebagai anggota atau member Donor Duel melapor ke Polres Gorontalo Utara (Gorut). Mereka yang dilaporkan adalah SSB alias Sri. Warga Desa Ilomata, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo.
Dilansir dari gopos.id – jaringan suara.com, ia diadukan sebagai owner investasi Donor Duel oleh para pelapor yang mayoritas para ibu-ibu rumah tangga.
Uniknya, mereka mengaku bukan hanya korban investasi Donor Duel, tetapi juga investasi yang sama dengan nama beda. seperti One Pay, Arisan Barang, dan Arisan Uang.
Dari total korban, 14 orang telah melayangkan laporan ke pihak berwajib, 10 di antaranya telah dimintai keterangan penyidik Polres Gorontalo Utara. Di hadapan penyidik beberapa korban investasi tersebut mengaku bahwa, pertama kali korban masuk menjadi member berawal dari sebuah postingan di sosial media.
“Pertama saya menginvestasikan uang sebesar Rp7,5 juta di investasi Donor Duel. Saya diiming-imingi selama 1 minggu akan menerima profit 50 persen,” ujar salah satu member kepada penyidik.
Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Juprisan Pratama Ramadhan Nasution, melalui Kasat Reskrim IPTU Fahmi Sjam membenarkan adanya laporan warga terkait investasi bodong tersebut. Fahmi mengatakan pihaknya telah menagani soal aduan adanya investasi itu.
“Dari 14 orang yang menjadi korban telah melapor, 10 di antaranya sudah kami periksa terkait dengan proses penyelidikan lebih lanjut sesuai proses hukum yang berlaku,” jelas Fahmi.
Saat ini Polres Gorontalo masih melakukan penyelidikan atas kasus yang diduga mempunyai nilai kerugian mencapai miliaran rupiah itu.
Berita Terkait
-
Gempa Guncang Sulut, Puan Maharani Minta Pemerintah Sigap Pastikan Keselamatan Warga
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Tumbilotohe Kembali Digelar, Gorontalo Bermandikan Cahaya di Malam 27 Ramadan
-
Guru di Gorontalo Ditegur Saat Live TikTok di Jam Kerja, Panik dan Minta Maaf
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..
-
Merajalela dan Resahkan Warga, Aksi Premanisme Jukir Liar di Pelabuhan Makassar
-
9 Langkah Antisipasi Warga Gorontalo Utara Menghadapi Kemarau Panjang
-
Gubernur Sulsel: Enrekang Harus Tumbuh Lewat Pertanian dan Infrastruktur
-
12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat