SuaraSulsel.id - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau umat beragama agar tidak saling menyalahkan pendapat, paham, dan aliran yang dianut. Demi menjaga dan meningkatkan kerukunan dan kesatuan umat beragama.
"Perbedaan pendapat, perbedaan mazhab, perbedaan faham dan aliran, itu menunjukkan satu dinamika perkembangan pemikiran yang harus direspons secara arif dan bijak, tanpa harus saling menyalahkan," ucap Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof KH Zainal Abidin MAg di Palu, Minggu 20 Februari 2022.
Prof Zainal mengakui bahwa akhir-akhir ini, umat sering berdebat bahkan saling menyalahkan dan mengharamkan sesuatu, yang tidak pada substansinya.
Bahkan, di wilayah Sulteng, menurut Zainal, ada sekelompok umat beragama dengan paham dan aliran tertentu, menyalahkan bahkan mengharamkan sebagian umat yang melaksanakan tahlil, aqiqah, dan menyalahkan sebagian umat yang membaca barzanji.
Ironisnya lagi, kata dia, umat beragama yang berlainan aqidah dan keyakinan dengan kelompok umat beragama tersebut, kemudian dianggap salah dan dicap masuk neraka.
"Padahal perbedaan yang ada di muka bumi adalah ketentuan dan ketetapan Tuhan Yang Maha Esa, maka mestinya semua umat beragama harus menjunjung tinggi perbedaan yang ada," ucapnya.
Ia menegaskan, di muka bumi ini, tidak akan mungkin hanya ada satu agama, satu faham, satu aliran dan satu mazhab tertentu. Sehingga, dalam kehidupan sosial, tidak boleh satu pendapat, satu keyakinan, satu pandangan mazhab, harus dipaksakan untuk diterima oleh semua orang.
Prof Zainal yang merupakan Guru Besar Pemikiran Islam Modern UIN Datokarama Palu mengatakan, dalam konteks Islam, ada banyak dalil yang berbicara tentang kerukunan, persaudaraan, serta penghargaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Salah satu dari sekian banyak dalil adalah, Firman Allah dalam Surah Alhujurat ayat 13, yang menyampaikan bahwa kehidupan di bumi ini sangat plural, dengan tujuan agar saling kenal dan mengenal.
"Maka yang harus dikedepankan adalah persamaan antar umat beragama, salah satu persamaan itu adalah semua manusia berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Ini yang harus dikedepankan dalam kehidupan sosial keagamaan, sehingga alasan untuk berbuat baik, tolong menolong, serta tidak menyalahkan orang lain, karena orang tersebut juga merupakan mahluk atau ciptaan Tuhan," kata Zainal.
Dengan begitu, ujar dia, dalam kehidupan sosial keagamaan, tidak boleh ada yang mengklaim diri dan kelompok, sebagai pihak yang paling benar, paling suci, dan paling beriman.
"Sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tidak patut untuk saling menilai, biarkan Tuhan yang menilai. Karena Tuhan yang lebih mengetahui tentang manusianya dan amalan manusianya," kata Prof Zainal. (Antara)
Berita Terkait
-
Komnas HAM Meminta Polisi Transparan Dalam Penyelidikan Pelaku Penembakan Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong
-
Komnas HAM: Penembak Warga Tolak Tambang Emas di Parigi Moutong Adalah Polisi Berbaju Sipil
-
Libatkan Tim Labfor Makassar, Hasil Uji Balistik 20 Senjata Api Polda Sulawesi Tengah Keluar 4 Hari
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari