SuaraSulsel.id - Honor petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muna bermasalah.
Setelah pemerintah menaikkan jumlah gaji, para honorer justru menjerit.
Mengurip telisik.id -- jaringan Suara.com, honor mereka selama dua bulan di tahun 2021 (November-Desember) tidak dibayarkan.
Mereka sudah berusaha menuntut hak, namun tidak ada kepastian dari Dinas Lingkungan Hidup.
Sekretaris DLH Muna, La Bama yang dikonfirmasi, membenarkan bila para honorer belum menerima honor selama dua bulan.
Hal tersebut disebabkan, anggaran tahun 2021 tidak mencukupi akibat adanya kenaikan honor.
"Anggaran sebenarnya dimasukan di Perubahan APBD 2021, tetapi karena tidak disetujui, dananya terpaksa tidak ada," kata La Bama, Selasa (1/2/2022).
Honor petugas kebersihan yang belum diterima sebesar kurang lebih Rp540 juta. Satu bulannya, Rp 270 juta.
Nah, kekurangan itu, sudah dibicarkan oleh Bupati, LM Rusman Emba bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Amrin Fiini.
Baca Juga: Rp58 Miliar Dana Pinjaman PEN Kabupaten Muna Masih Mengendap di Kas Daerah
"Anggaranya tersedia, tinggal dicarikan judulnya, karena tidak bisa honor," sebutnya.
Upah para honorer bervariasi. Untuk sopir sebesar Rp 1.250.000, pengangkut sampah Rp 1.150.000, penyapu Rp900 ribu dan pemotong rumput Rp950 ribu. Honor harusnya diterima setiap bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
-
Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
-
Bejat! Pemuda di Makassar Hamili Adik Kandung
-
Apa Sanksi Polisi Viral Bawa Parang ke Rumah Wali Kota Palopo?