SuaraSulsel.id - Pa'piong adalah makanan khas Toraja yang bisa didapatkan secara cuma-cuma di Toraja. Namun ternyata di daerah lain, makanan ini dijual dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala.
Di Papua, misalnya. Pa'piong dilelang dengan harga fantastis. Mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.
Hal tersebut terlihat pada acara natal Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Timika. Satu batang Pa'piong dihargai dengan harga hingga Rp100 juta.
Dalam video siaran langsung yang diupload akun Ruth Susanty di akun Facebooknya, terlihat pihak panitia sedang melelang satu batang bambu Pa'piong daging babi. Harga langsung dimulai dari Rp10 juta.
"Hanya ada di Timika. Harga Pa'piong sanglampa (satu batang) Rp10-100 juta," tulis akun tersebut.
Kendati mahal, peserta natal sangat antusias mengikuti lelang tersebut. Mereka bahkan berlomba-lomba melakukan penawaran sampai ratusan juta.
Banyak warganet yang merasa penasaran seenak apa harga Pa'piong yang dijual dengan harga ratusan juta itu. Sebab di Toraja makanan ini hampir setiap hari ditemui dan gratis jika berkunjung ke rumah warga.
"Pa'piong rasa bagaimana sampai dilelang ratusan juta. Lelang sultan," tulis akun Helena.
Banyak juga warganet yang menjelaskan bahwa harga Pa'piong di Papua jelas lebih mahal, sebab harga satu ekor babi saja disana bisa mencapai Rp35 juta. Sementara di Toraja hanya sekitar Rp5 juta per ekor.
Baca Juga: Profil Nex Carlos: Youtuber Mantan Penjaga Toko Benang, Kini Getol Kulik Wisata Kuliner
Ya, seperti diketahui, bagi warga Toraja, Pa'piong akan selalu jadi menu utama di setiap kegiatan, baik perkawinan, kematian, maupun syukuran.
Pa'piong pada umumnya berbahan dasar daging babi yang dimasak menggunakan bambu. Bisa juga menggunakan ikan mas atau ayam kampung.
Daging tersebut kemudian dicampur dengan sayur miana atau Coleus Blumei dan bumbu rempah-rempah lainnya, seperti bawang, cabai, jahe dan serei. Lalu kemudian dibakar menggunakan api besar hingga matang.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah