SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menunda pembayaran tunjangan profesi (TP) pegawai negeri sipil (PNS) di daerah tersebut, bila tidak mau mengikuti vaksinasi dosis satu dan dua.
"Ini salah satu strategi dan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Donggala untuk mencapai target vaksinasi COVID-19," kata Bupati Donggala Kasman Lassa di Donggala, Selasa 4 Januari 2022.
Ia menegaskan PNS sebagai aparatur pemerintah wajib ikut dan menyukseskan vaksinasi COVID-19.
Vaksinasi, kata dia, program prioritas pemerintah di masa pandemi COVID untuk membentuk kekebalan komunal.
Oleh karena itu, kata dia, PNS yang tidak mau divaksin tanpa alasan yang kuat dan jelas, maka akan diberikan sanksi, salah satunya penundaan pembayaran TP.
"Jadi nanti dibayarkan TP-nya kalau sudah divaksin," kata Kasman Lassa.
Tenaga kontrak dan honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Donggala, kata dia, juga berkewajiban untuk mengikuti vaksinasi dosis satu dan dosis dua.
"Kalau tenaga kontrak atau honorer kita tunda honornya, jika tidak mau ikut vaksinasi," ujarnya.
Bupati Kasman Lassa juga mengatakan bahwa kepala desa dan jajarannya yang tidak mau ikut vaksinasi COVID serta kurang berpartisipasi menyukseskan vaksinasi, juga akan ditunda pembayaran gajinya.
Baca Juga: Warga Lapor Ada Vaksin Covid-19 Berbagai Merek Dijual di Tokopedia
"Aparat desa dia punya honor kita tahan, bukan tidak dikasih, tapi ditahan," ujarnya.
"Nah untuk 2022 ini, strategi kita masih sama, seperti itu. Jadi, target kita 30 Januari 2022 sudah 100 persen vaksinasi dosis satu dan dua," katanya.
Jumlah warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Donggala, menurut data pemerintah daerah sebanyak 214.437 orang.
Data Pemerintah Kabupaten Donggala menunjukkan, vaksinasi dosis pertama sudah dilakukan pada 153.777 orang atau mencakup 71,7 persen dari total sasaran, sedangkan vaksinasi dosis kedua kepada 98.683 orang atau 46 persen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor
-
Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'
-
Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin