Scroll untuk membaca artikel
Risna Halidi
Kamis, 11 November 2021 | 17:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil (pixbay)

Tidak sedikit ibu hamil yang percaya ngidam makanan manis menandakan kehamilan dengan janin perempuan, sedangkan ngidam makanan asin atau asam adalah pertanda janin laki-laki. Faktanya, ngidam kerap dihubungkan sebagai tanda bahwa kekurangan mineral tertentu dan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin janin.

3. Perubahan Mood

Perubahan mood atau suasan hati yang sangat drastis seringkali dihubungkan sebagai bawaan ibu hamil bayi perempuan. Faktanya, ibu hamil memang sebagian besar mengalami perubahan mood, terlepas bayinya berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Perlu diketahui, perubahan suasan hati ini sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang melejit terutama di fase awal kehamilan. Dengan kata lain, hal tersebut bukanlah ciri-ciri atau bawaan hamil bayi perempuan.

Baca Juga: Bacaan Surat Yusuf untuk Ibu Hamil: Makna dan Keutamaan

4. Alami Stres Tinggi

Institusi Fertility and Sterility pernah menerbitkan penelitian yang menghubungkan kadar hormon stres dengan jenis kelamin bayi. Hasilnya, wanita dengan tingkat stres tinggi secara statistik lebih cenderung melahirkan bayi perempuan. Namun lagi-lagi, belum banyak penelitian yang mendukung teori ini.

5. Jantung Bayi Berdetak Lebih Cepat

Pernah mendengar teori jika detak jantung janin diatas 140 per menit, maka itu adalah bayi berjenis kelamin perempuan? Faktanya, belum tentu juga. Sebuah penelitian menemukan ternyata tidak ada perbedaan siginifikan antara detak jantung janin laki-laki maupun perempuan.

6. Bentuk Perut

Baca Juga: Daftar 5 Makanan yang Mengandung Asam Folat, Baik untuk Ibu Hamil!

Banyak yang beranggapan jika bentuk perut membesar keatas atau membulat seperti bola diyakini bahwa itu tanda hamil bayi perempuan. Meski belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal ini, namun banyak ibu hamil yang mempercayainya karena seringkali terbukti pada bayi yang dilahirkan.

Load More