SuaraSulsel.id - Makin banyaknya platform streaming, kini beberapa film yang sudah lama dirilis bisa kembali ditonton, sebelum menonton yuk simak sinopsis Ayat-ayat Cinta yang merupakan salah satu film yang bisa ditonton kembali di Netflix hingga Disney Hotstar.
Ayat-Ayat Cinta merupakan film yang disutradarai Hanung Bramantyo. Film ini berhasil menyita perhatian publik pada 2008 lalu karena alur ceritanya yang menarik.
Film romantis berbalut agama ini diadaptasi dari novel best seller karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ayat Ayat Cinta.
Film ini melambungkan nama Fedi Nuril dalam jajaran aktor papan atas Tanah Air. Karakter Fahri bahkan turut dilekatkan masyarakat pada sosok gitaris dari band Garasi ini.
Ayat-Ayat Cinta masih digandrungi, sejak pertama rilis pada 28 Februari 2008. Film berdurasi 120 menit ini kemudian diproduksi lagi dengan judul Ayat-Ayat Cinta 2 tahun 2017, dengan Fedi Nuril masih berperan sebagai Fahri.
Berikut ini Sinopsis Ayat-Ayat Cinta:
Fahri bin Abdullah Shiddiq yang diperankan Fedi Nuril merupakan seorang pelajar Indonesia yang meneruskan kuliah S-2 di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Meski bisa berkuliah di Mesir, Fahri bukan sosok yang terlahir dari keluarga berada.
Fahri berasal dari keluarga sederhana. Untuk bisa bertahan hidup di Mesir, Fahri turut menjadi penerjemah buku-buku agama, sekaligus serius belajar agar gelar masternya cepat tuntas.
Sebelum kuliah di Mesir, kehidupan Fahri berbeda dengan remaja seusianya. Sebagai laki-laki yang taat pada agama Islam, dia tak mengenal pacaran sebelum menikah. Wanita yang ada disekelilingnya hanya ibu, nenek dan saudara perempuannya.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Novel Islami dengan Jalan Cerita yang Epik
Interaksi intens dengan para wanita barulah terjalin di Mesir. Ada banyak wanita yang mengagumi sosok Fahri. Mulai dari Maria Kirgiz, Nurul, Noura Bahadur dan Aisha.
Maria merupakan wanita beragama Kristen yang mengagumi Al Quran. Dia turut mengagumi sosok Fahri, namun tak berani mengungkapkan isi hatinya. Perasaaan itu hanya diungkapkan dalam diary pribadinya.
Kemudian, Nurul merupakan seorang anak kyai terkenal di Al Azhar. Fahri sebenarnya memiliki rasa terhadap Nurul. Namun karena statusnya sebagai anak kyai ternama, Fahri sebagai anak seorang petani tak berani menunjukkan rasa sayangnya.
Lalu, Noura merupakan tetangga Fahri. Fahri berempati pada Noura yang sering disiksa ayah kandungnya. Namun, Noura berharap lebih dari sekadar empati. Sikap ini sempat menghadirkan konflik karena Noura sempat menuduh Fahri telah memperkosanya.
Sementara Aisha merupakan mahasiswi asing keturunan Turki-Jerman yang sedang melakukan riset di Mesir. Aisha jatuh cinta pada Fahri setelah membela Islam dari tuduhan kaku dan kolot. Rasa yang sama juga dimiliki Fahri terhadap Aisha yang memiliki mata indah.
Pemeran:
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi, Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik