SuaraSulsel.id - Universitas Hasanuddin atau Unhas mewajibkan swab antigen sebagai salah satu syarat penyelenggaraan uji coba perkuliahan tatap muka terbatas semester awal Tahun Ajaran 2021/2022.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Muh. Restu menjelaskan setelah dilakukan pendataan melalui platform yang telah disediakan, sebanyak 1.796 mahasiswa yang ingin mengikuti perkuliahan tatap muka terbatas.
Namun, untuk uji coba pelaksanaan tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa. Antara lain telah menerima vaksin secara lengkap.
"Dari keseluruhan mahasiswa tersebut, setidaknya ada 119 orang yang belum menerima vaksin sama sekali, 309 yang baru menerima vaksin pertama. Jadi, berdasarkan SOP yang sudah ditentukan, uji coba tatap muka hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang sudah menerima vaksin 2 kali. Sehingga, hanya 1.368 orang yang akan mengikuti swab antigen tersebar dari 16 fakultas," jelas Restu.
Lebih lanjut, Restu menambahkan pelaksanaan swab antigen dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (16/10) disesuaikan dengan jumlah peserta. Sementara itu, untuk pelaksanaan uji coba tatap muka akan mulai berlangsung pada Senin (18/10/2021).
Pada kesempatan yang sama, mewakili Satgas Covid-19 Unhas sebagai tim medis pelaksana swab antigen, dr. Munawir menjelaskan mekanisme pelaksanaan swab antigen.
Pelaksanaan swab antigen harus mengikuti protokol Covid-19. Karena bagian dari deteksi virus. Olehnya itu, seluruh rangkaian swab antigen harus memperhatikan SOP termasuk menjaga jarak.
Setelah melakukan swab antigen, para mahasiswa diharapkan menunggu hasil tes sekitar 15-20 menit. Ketika ditemukan hasil yang reaktif, maka akan dilakukan swab PCR saat itu juga.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan tujuan untuk membangun herd immunity atau kekebalan kelompok. Sebagai salah satu langkah dalam penanganan pandemi Covid-19.
Melalui upaya Sulsel Kebut Vaksinasi, banyak hal dilakukan untuk mempercepat vaksinasi. Seperti gerai vaksin dan mobil vaksinasi keliling.
Baca Juga: Polisi Banting Mahasiswa saat Demo, DPR: Sangat Disesalkan Gaya Smackdown Seperti Itu
Data terkini capaian vaksinasi Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan Selasa 12 Oktober 2021 pukul 19.15 Wita, memperlihatkan angka yang terus meningkat.
Data yang bersumber dari KPCPEN, disebutkan bahwa cakupan vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 2.526.580 orang atau 35,80 persen. Sementara vaksinasi dosis 2 sudah mencapai 1.555.436 orang atau 22,04 persen. Dari target penduduk 7.058.141 jiwa.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, mobil vaksinasi keliling terus bergerak ke kelompok masyarakat dan lingkungan komunitas.
"Seperti sekolah, perguruan tinggi, pasar, serta fasilitas umum lainnya," kata Sudirman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
Libur Sekolah, PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen
-
Usulan Pembangunan Jembatan Barombong Makassar Ditolak Pusat, Ini Alasannya!
-
Pengakuan Mengejutkan Mantan Inspektur: Basri Kajang Sebut Dirinya Kekasih Bupati Gowa
-
192 Pelajar Terbaik Sulsel Berebut 20 Kursi Beasiswa Pilot, Siapa Bakal Terbang?