Sebagai upaya pengembangan penelitian, Prof Akin menjelaskan juga melibatkan peneliti-peneliti internasional dari Griffith University, Australia.
Semakin banyak hal menarik diperoleh, sehingga berkembang untuk melakukan analisa DNA terhadap kerangka tersebut. Proses yang panjang dengan berbagai cerita menarik dilalui oleh Prof Akin beserta tim.
"Kami berterima kasih kepada Rektor Unhas yang terus memberikan dukungan dan bantuan dana. Juga sangat aktif bersama selama proses galian dilakukan dan membuka jalan untuk penelitian lanjutan dari kerangka manusia temuan kita itu," tambah Prof Akin.
Penelitian tersebut kemudian termuat pada jurnal akademik paling prestisius, Nature, edisi 25 Agustus 2021.
Baca Juga: Mayoritas Peserta Mubes Sepakat Muhammad Yusran Lalogau Ketua IKA Perikanan Unhas
Dirinya dan sejumlah peneliti Unhas, termasuk Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, tercatat diantara 28 orang penulis artikel berjudul: Genome of middle Holocene hunter-gatherer from Wallacea.
Lebih lanjut, Prof Akin mengatakan banyak pengalaman menarik yang beliau dan tim dapatkan, mulai dari proses penggalian hingga hal di luar nalar.
Namun, Akin menyikapi secara bijak. Sebagai suatu tantangan tersendiri dalam bidang yang digeluti saat ini. Dirinya berharap, para peneliti lainnya bisa terus mengasah kemampuan diri dan terlibat dalam berbagai penelitian sebagai bagian dari kontribusi terhadap Indonesia.
Kerangka manusia purba ini memiliki makna yang luar biasa bagi ilmu pengetahuan. Termasuk bagi upaya menjelaskan jati diri bangsa Indonesia. Temuan kerangka perempuan yang diberi nama “Besse” menunjukkan adanya keragaman bangsa Indonesia yang sangat kompleks.
Temuan ini merupakan bukti ketajaman naluri peneliti dan arkeologi dari Prof. Akin Duli. Pilihan untuk melakukan penggalian pada situs yang kemudian menemukan kerangka “Besse” adalah keputusan yang memadukan ilmu dan pengalaman, serta naluri peneliti.
Baca Juga: Alumni Perikanan Unhas Gelar Mubes IV di Kabupaten Pangkep, Dorong Kedaulatan Pangan
Berita Terkait
-
RS Unhas dan Celltech Buka Akses Terapi Stem Cell di Sulawesi
-
Eksklusif! Pertemuan Bersejarah: Dosen Unhas Dapat Tanda Tangan & Pelukan Pertama Kluivert untuk Timnas
-
Beritakan Tindak Pelecehan oleh Dosen, Persma Unhas Dikriminalisasi Polisi
-
Desak Dosen Pencabul Mahasiswi Unhas Dihukum Berat, Kementerian PPPA: Ini Pasti Ada Relasi Kuasa
-
Kasus Dosen Unhas Cabuli Mahasiswi, Begini Reaksi Kementerian PPPA
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting
-
Alarm Pagi Bikin Stres? Ini 9 Trik Jitu Kembali Produktif Setelah Liburan
-
BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Wilayah Luwu Timur
-
Terungkap! Penyebab Karyawan Perempuan Tewas Tergantung di Kamar Kos Makassar