SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengembalikan fungsi tempat tidur di rumah sakit provinsi untuk pasien umum. Sebelumnya dikonversi untuk penanganan pasien COVID-19.
Ketua Koordinator Posko Satgas COVID-19 Sulawesi Selatan dr Arman Bausat mengemukakan, sejumlah rumah sakit milik Pemprov Sulsel sempat mengonversikan tempat tidur pasien umum untuk penanganan pasien COVID-19.
"Kita kan berlakukan sistem konversi antara pasien umum dan pasien COVID-19. Manakala kasus COVID-19 meningkat, tempat tidur yang tadinya untuk umum kita konversi jadi tempat tidur pasien COVID-19, dan kini dikembalikan ke fungsi semula," ujar Arman.
Berdasarkan data perkembangan COVID-19 di Sulsel, terjadi penurunan kasus termasuk pasien COVID-19 yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 milik pemerintah.
Baca Juga: Hari Pertama Tes CPNS Pemprov Sulsel, 308 Orang Dinyatakan Gugur
Satgas COVID-19 merilis tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 terus menurun pada sepekan terakhir. Pada Tanggal 7 September, BOR rumah sakit Sulsel di angka 19,52 persen menurun menjadi 14,14 persen (13/09).
Maka sistem konversi mulai diberlakukan sejumlah rumah sakit milik Pemprov Sulsel. Seperti RSKD Dadi Makassar yang juga dipimpin oleh dr Arman.
Ia mengaku bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 210 tempat tidur bagi pasien COVID-19, sedangkan saat ini hanya diisi sekitar tujuh orang pasien COVID-19. Sehingga sistem konversi tentu harus dilakukan guna memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat secara menyeluruh.
"Tadinya kita siapkan 210 tempat tidur, tetapi karena pasien COVID-19 tinggal tujuh orang, jadi kita cuma kasih dia setengah lantai di atas dan semua ruangan lain kita tutup. Lalu kita mulai persiapan layanan umum," kata dr Arman menjelaskan.
Ia berkisah bahwa 210 tempat tidur yang disiapkan RSKD pernah digunakan penuh oleh para pasien COVID-19 saat kasus meningkat drastis pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021, kemudian kasus menurun dan kembali melonjak pada Juli-Agustus 2021.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran Masih Ada 559 Orang
"Konversi dari tempat tidur pasien umum menjadi tempat tidur pasien COVID-19 juga kita lakukan saat itu. Karena kondisi COVID-19 maka saya langsung konversi 220 tempat tidur untuk pasien COVID-19 dan langsung saya hentikan untuk pelayanan umum," katanya menjelaskan.
Berita Terkait
-
Adu Kekayaan AKBP Arisandi vs AKBP Rise Sandiyantanti, Suami-Istri Sama-sama Jabat Kapolres!
-
Hakim Saldi Isra Cecar KPU Sulsel Soal Pemilih Siluman, Heran Pemilih Pilkada Ngaku Kerja di Hari Libur Nasional
-
Pasangan Danny Azhar Tuding Andi-Fatmawati Lakukan Politik Gentong Babi dan Libatkan Mentan dalam Pilgub Sulsel
-
Istri Pengacara Korban Pembunuhan Dapat Ancaman: Diam atau Kau Menyusul Suamimu
-
Jalan Poros Makassar dan Barru Terputus! Banjir Sulsel Rendam Kendaraan Roda Dua dan Empat
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting
-
Alarm Pagi Bikin Stres? Ini 9 Trik Jitu Kembali Produktif Setelah Liburan
-
BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Wilayah Luwu Timur
-
Terungkap! Penyebab Karyawan Perempuan Tewas Tergantung di Kamar Kos Makassar