Muhammad Yunus
Minggu, 08 Agustus 2021 | 15:22 WIB
Tim verifikasi lapangan KSP melakukan peninjauan langsung ke Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan penanganan COVID-19 [SuaraSulsel.id / KSP]

Sedangkan dr. Syavina Andina Anjar adalah dokter muda yang baru lulus dari Universitas Tadulako Palu. Kini sudah setahun Ia ditugaskan untuk penanganan COVID-19 di RSUD Kabelota dengan status tenaga honorer.

“Kami dokter harus bekerja 24 jam karena jumlah dokter di sini sangat terbatas. Selain itu, fasilitas kesehatan untuk penanganan COVID-19 juga belum memadai. Itu kendala terbesar kami,” kata Syavina.

Sejauh ini sudah ada 4 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit ini telah meninggal dunia karena tidak bisa segera dirujuk ke rumah sakit di Palu yang kapasitasnya penuh. RSUD Kabelota sendiri hanya menampung pasien COVID-19 bergejala sedang dan ringan karena pihak rumah sakit tidak memiliki ventilator, persediaan tabung oksigen yang terbatas, dan fasilitas PCR yang belum memadai.

Sementara itu, KSP telah membentuk 3 tim verifikasi lapangan yang tersebar di 3 provinsi berbeda yakni Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah untuk meninjau penanganan COVID-19 serta mencari solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat selama penerapan PPKM.

“Ini temuan yang sangat penting bagi kami. Oleh karenanya, KSP berpendapat bahwa penanganan COVID-19 di Donggala perlu diperkuat dan kami akan berupaya untuk mendukung proses penguatan itu,” kata Tenaga Ahli KSP, Fajrimei A. Gofar.

Load More