SuaraSulsel.id - Wa Ode Hisa, Guru SD Negeri 4 Barangka, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat mengaku keberatan karena diloloskan untuk ikut vaksin.
Wa Ode Hisa mengaku, ia tidak layak menerima suntikan vaksin Covid-19. Karena sedang mengalami sakit pada bagian telinga. Namun, dokter di Puskesmas Barangka tetap meloloskan Wa Ode untuk diberi vaksin.
Vaksinasi itu dilakukan pada 19 Mei 2021. Wa Ode Hisa bersama guru lain datang ke Puskesmas untuk melakukan vaksin tahap awal.
Namun, ia merasa dalam kondisi sakit telinga dan sengaja membawa obatnya. Untuk menunjukkan kepada dokter bahwa dirinya sementara mengkonsumsi obat.
Saat melakukan pemeriksaan untuk, dia mengaku kepada dokter sedang sakit telinga dan sementara mengkonsumsi obat. Ia juga memperlihatkan obat yang dimakan. Namun, dokter menyampaikan bahwa ia lolos untuk vaksinasi.
"Kata dokter itu tidak apa-apa. Katanya yang penting jangan konsumsi obat lain," kata Wa Ode Hisa saat ditemui Telisik.id -- jaringan Suara.com, Kamis 27 Mei 2021.
Setelah divaksin, sore harinya, penyakit Wa Ode Hisa langsung parah. Bahkan selang satu hari setelah divaksin, penyakitnya semakin bertambah parah bahkan dia tidak bisa tidur saat malam harinya.
Selanjutnya, Wa Ode Hisa menelepon nomor kontak yang diberikan oleh pihak rumah sakit untuk meminta solusi.
Wa Ode Hisa merasa penyakitnya semakin parah dan memutuskan untuk berobat di rumah sakit Raha.
Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Vaksinasi Covid-19 Massal di Bali
"Saya langsung turun konsultasi di RSUD Raha. Saya diberikan obat tetes telinga di sana. Alhamdulillah sekarang ada perubahan," katanya.
Saat ini, kondisi Wa Ode Hisa belum sepenuhnya pulih, namun dirinya berusaha tetap masuk sekolah.
"Masih sakit, beda dengan dulu, kalau saya minum obat tidak lama sembuh. Sekarang setelah divaksin ini belum lama sembuhnya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Barangka, Wa Ruhaya mengaku bahwa Wa Ode Hisa pernah melakukan vaksinasi pada 19 Mei lalu.
Namun terkait persoalan itu, pihak Puskesmas Barangka tidak bisa menjelaskan. Ia menyarankan agar konfirmasi langsung kepada dokter bersangkutan.
Hanya saja, saat itu dokter tersebut sudah pulang karena pelayanan di Puskesmas itu sampai jam 12 siang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Berapa Orang Penumpang Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros? Pencarian Masih Berlangsung
-
Kronologi Pesawat ATR 400 Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros
-
Pesawat ATR 400 Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros, Puluhan Personel SAR Dikerahkan
-
Polemik Lahan IHIP di Luwu Timur, DPRD Sulsel Soroti Ganti Rugi Warga
-
Viral Penumpang Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Makassar Terekam Main Judol