SuaraSulsel.id - Sistem kesehatan di Jalur Gaza yang sudah lemah semakin memburuk akibat serangan tentara Israel. Seluruh rumah sakit kewalahan melayani gelombang korban tewas dan luka-luka. Akibat terus berlangsungnya pemboman Israel.
Banyak obat-obatan penting habis di wilayah pesisir yang kecil dan diblokir tersebut. Bahan bakar untuk mempertahankan fasilitas listrik juga makin memprihatinkan.
Mengutip dari VOA, dua dokter paling terkemuka di Gaza, termasuk wakil kepala gugus tugas virus corona, tewas ketika rumah mereka hancur dalam serangkaian pemboman.
Di tengah lonjakan perebakan virus corona, satu-satunya laboratorium uji medis virus di Gaza rusak akibat serangan udara dan kini berhenti beroperasi.
“Ini adalah pusat laboratorium yang terkenal di Jalur Gaza, yang melakukan semua uji medis, terutama uji medis COVID-19. Kami tidak memiliki laboratorium lain,” ujar pejabat Kementerian Kesehatan Gaza Rami Abadla.
Pejabat-pejabat kesehatan lain juga khawatir dengan berlanjutnya wabah mematikan itu diantara puluhan ribu warga yang terlantar dan kini hidup berdesakan di tempat-tempat penampungan darurat setelah melarikan diri dari serangan Israel.
Di salah satu sekolah yang dikelola PBB, di mana 1.400 orang yang melarikan diri kini berlindung, Nawal Al Danaf dan lima anaknya berdesakan di satu ruang kelas bersama lima keluarga lainnya. Mereka memasang selimut sebagai pembatas agar ada sedikit privasi di salah satu sudut ruangan yang mereka tempati.
“Sekolah ini aman dari perang, tetapi dalam soal corona dengan lima keluarga berdesakan di satu ruangan maka kami saling menularkan satu sama lain,” ujar Al Danaf, yang melarikan diri dari penembakan tank-tank Israel di kota Beit Lahiya di bagian utara Gaza.
Selimut dan cucian bergelantungan di pagar balkon sekolah, ketika sejumlah perempuan mengawasi halaman tempat anak-anak bermain dan laki-laki mengobrol.
Baca Juga: Ustaz Ahmad akan Mengarak Bendera Palestina dari Tasikmalaya ke Gedung Sate
Tidak seorang pun mengenakan masker atau bisa menjaga jarak di tempat yang sempit itu.
Fasilitas kesehatan berjuang keras menangani korban perang dan kebutuhan sehari-hari dua juta orang di Gaza.
Sejak konflik saat ini yang dimulai 10 hari lalu terjadi, Israel telah menyerang ratusan lokasi di sekitar jalur pantai Gaza.
Israel mengatakan berusaha melumpuhkan penguasa Gaza, yaitu kelompok militan Hamas, yang telah menembakkan ratusan roket ke Israel.
Pejabat-pejabat kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 219 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka.
Di pihak Israel, 12 orang tewas oleh roket Hamas. Pemboman itu telah mendorong lebih dari 71 ribu warga Gaza – atau sekitar 3 ribu dari total populasi – mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar kini berjejalan di 56 sekolah yang dikelola oleh UNRWA.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
10 Ribu Peserta Serbu Makassar, Pemprov Sulsel: Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
-
Pesona 'Noni Belanda' Kaltim Curi Perhatian di HUT Dekranas
-
Siklon Tropis Bavi Picu Pertumbuhan Awan Hujan di Indonesia
-
Jusuf Kalla: Rachmat Gobel Orang yang Sangat Baik
-
Berapa Luas Lahan Pertanian yang Masih Tersisa di Kota Makassar?