SuaraSulsel.id - Staf Ahli DPRD Kabupaten Pohuwato, Limonu Hippy, datang mengamuk sambil membawa parang. Staf Ahli dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu marah.
Karena biaya perjalanan dinas, yang menjadi haknya, belum dibayarkan. Ia kesal karena sudah menunggu lebih dari sebulan, tapi apa yang menjadi haknya tersebut tak kunjung cair.
Padahal menurutnya selama ini pembayaran biaya perjalanan dinas selalu lancar dan tak ada masalah.
Buntut kemarahan Limonu Hippy, salah satu pintu dalam ruangan Gedung DPRD Pohuwato pecah. Pintu tersebut terkena hantaman parang yang dipegang Limonu Hippy. Peristiwa terjadi Kamis 6 Mei 2021.
“Seharusnya hak kita perjalanan dinas ke provinsi belum lama ini, kira-kira 1 bulan kemarin, yang seharusnya masuk ke rekening kita itu tidak lagi masuk ke rekening kita,” ujar Limonu Hippy, mengutip gopos.id -- jaringan suara.com, Sabtu 8 Mei 2021.
Sekretaris DPRD Pohuwato, Mahyudin Ahmad, yang dihubungi terpisah menjelaskan, pembayaran biaya perjalanan dinas sudah ada kesepakatan sebelumnya.
Yakni bila perjalanan dinas di dalam daerah, maka pembayarannya dilakukan dengan ganti uang. Sementara bila perjalanan dinas di luar daerah, maka biaya perjalanan dinas dibayarkan langsung.
“Untuk perjalanan dinas tersebut, mereka sudah minta panjar sebelum berangkat ke bendahara. Tetapi masih saya akan pastikan kembali dulu ke bendahara,” tutur Mahyudin.
Sementara menyangkut perusakan fasilitas di DPRD, Mahyudin akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, terkait langkah selanjutnya yang akan diambil.
Baca Juga: Bandingkan UU ITE dengan Kitab Suci, Ini Penjelasan Prof Henry Subiakto
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Komnas HAM Desak Polda Sulteng Selidiki Perusak Megalit 1000 Tahun
-
Tradisi Malam Qunut di Gorontalo: Pisang dan Kacang Jadi Rezeki Nomplok Pedagang
-
Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat
-
Megalit 1.000 Tahun Kandidat Warisan Budaya UNESCO Dirusak Penambang Ilegal
-
Kemenag Sultra Imbau Warga Tunda Umrah