SuaraSulsel.id - Kasus penjualan Pulau Lantigiang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus berproses. Terbaru, perempuan bernama Asdianti Baso selaku pembeli pulau tersebut telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi E Zulpan mengatakan, Asdianti masuk dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO karena tidak pernah menghadiri panggilan penyidik Polres Selayar. Untuk diambil keterangannya terkait kasus dugaan penjualan Pulau Lantigiang di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurut Zulpan, alasan Asdianti tidak pernah menghadiri panggilan penyidik karena masih berada di Dubai. Sehingga, penyidik Polres Selayar pun kemudian memutuskan untuk memasukkan nama Asdianti sebagai DPO polisi.
"Untuk ibu Asdianti sudah dilayangkan beberapa kali panggilan, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir. Dengan alasan masih ada di luar negeri, Dubai. Ini sudah dikeluarkan DPO oleh Polres Selayar sejak 20 April 2021," kata Zulpan kepada SuaraSulsel.id, Jumat (23/4/2021).
Dengan mangkirnya Asdianti dari panggilan penyidik, kata Zulpan, Polres Selayar juga telah melakukan komunikasi dan bersurat ke pihak Imigrasi. Semua ini dilakukan untuk mencari tahu di mana keberadaan Asdianti yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan Pulau Lantigiang di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain itu, polisi juga akan melakukan koordinasi dengan Mabes Polri. Agar Asdianti dapat segera kembali ke Indonesia. Menjalani pemeriksaan.
"Polres Selayar sudah melakukan komunikasi dan bersurat ke Imigrasi terkait informasi perjalanan terakhir Asdianti," jelas Zulpan.
Zulpan mengungkapkan dalam perkembangan kasus penjualan Pulau Lantigiang, Selayar itu, penyidik telah merampungkan berkas perkara pria bernama Kasman yang berperan sebagai penerima panjar dalam penjualan pulau sebesar Rp 10 Juta.
Sedangkan, berkas perkara Asdianti sebagai pembeli pulau dan Abdullah selaku mantan Kepala Desa Jinato yang juga ditetapkan sebagai tersangka hingga kini masih terus berproses.
Baca Juga: KMP Bontoharu Hilang, Sempat Diperingatkan Ada Gelombang 4 Meter
"Saat ini penyidik dari Polres Selayar telah merampungkan berkas perkara atas nama tersangka Kasman. Untuk kepala desa saudara Abdullah dan ibu Asdianti. Sebagai pembeli pulau saat ini masih berlangsung," kata dia.
"Berkas saudara Abdullah sudah dikirim ke kejaksaan. Kita tinggal tunggu hasil pemeriksaan kejaksaan," sambung Zulpan.
Sebelumnya, Pulau Lantigiang yang terletak di Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan viral. Penyebabnya, karena pulau tersebut diduga dijual oleh Syamsul Alam kepada Asdianti seharga Rp 900 Juta.
Ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjualan Pulau Lantigiang, Selayar tersebut. Antara lain adalah Kasman yang diketahui merupakan keponakan Syamsul Alam yang telah menerima panjar sebesar Rp 10 Juta dalam penjualan pulau itu.
Sementara, dua tersangka lainnya lagi adalah Abdullah selaku mantan Kepala Desa Jinato pada tahun 2015 silam. Abdullah diduga membantu kepemilikan dokumen palsu dalam penjualan Pulau Lantigiang, Selayar.
Untuk Asdianti yang berperan sebagai pembeli Pulau Lantigiang, Selayar juga ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, Kepala Balai Taman Nasional Takabonerete telah menjelaskan kepada Asdianti bahwa Pulau Lantigiang merupakan milik negara dan masuk kawasan konservasi Takabonerete.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan